SENIN , 17 DESEMBER 2018

DP2 Temukan Cacing Hati Pada Ternak Kurban

Reporter:

RRS

Editor:

Minggu , 03 September 2017 14:13
DP2 Temukan Cacing Hati Pada Ternak Kurban

int

Editor : Rasmi Ridjang Sikati

MAKASSAR, RAKYATSULSEL. COM – Melalui Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2), Pemerintah Kota Makassar telah membentuk tim khusus untuk memantau kesehatan hewan kurban. Pemeriksaan hewan kurban melingkupi pemeriksaan antemortem (sebelum disembelih) dan pemeriksaan postmortem (setelah disembelih).
Bagi hewan-hewan yang telah diperiksa dan dinyatakan sehat dan bebas dari penyakit diberikan Surat Keterangan Kesehatan Hewan Qurban (SKKHQ).

Pada pemeriksaan postmortem, petugas melakukan pemeriksaan sampai ke organ dalam hewan dengan cara inspeksi dan incisi. Pada pemeriksaan postmortem di hari raya Idul Qurban 1438 H yang saat ini dilaksanakan, petugas menemukan beberapa kasus cacing hati pada ternak kurban yang dipotong.
Menurut Dokter Hewan di DP2 Kota Makassar, Drh. Nurmayanti, penyakit cacing hati atau yang biasa disebut fasciolosis adalah penyakit yang umum terjadi pada ternak sapi, kambing dan domba di Indonesia, terutama yang dipelihara di tempat yang lembab dan basah. Penyakit ini disebabkan oleh cacing Fasciola gigantica maupun F. hepatica.
Cacing tersebut bermigrasi dalam parenkim hati, berkembang dan menetap dalam saluran empedu. Pada derajat yang parah, infeksi yang disebabkan oleh cacing hati menyebabkan hati menjadi rusak dan keras.

Fisik hewan kurban yang gemuk dan sehat ternyata tidak mengindikasikan jeroannya bebas dari cacing. Apabila pada pemeriksaan antemortem ditemukan kasus cacing hati, maka bagian hati hewan yang rusak sebaiknya dibuang, sedangkan bagian hati yang masih baik dapat dikonsumsi setelah dimasak hingga matang.


Tag
div>