JUMAT , 14 DESEMBER 2018

DP3A Bakal Sidak Panti Asuhan dan Panti Pijat

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 25 April 2018 10:11
DP3A Bakal Sidak Panti Asuhan dan Panti Pijat

Kepala DPPPA Kota Makassar Tenri A. Palallo

* Cegah Tindak Pidana Perdagangan Orang

 

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Gugus Tugas Trafficking bentukan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Makassar, bakal melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah panti asuhan dan panti pijat yang tidak mengantongi izin.

Sidak ini nantinya melibatkan Dinas Sosial Makassar, Dinas Pariwisata, kepolisian, dan DP3A. Usulan itu mengemuka pada rapat yang dipimpin Kepala Dinas P3A Makassar Tenri A Palallo di Kantor P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak), Jl Anggrek Raya, Selasa (24/4) kemarin.

“Langkah ini ditempuh sebagai upaya prefentif terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang jumlahnya meningkat setiap tahunnya,” ujar Kadis Tenri.

Kedua tempat itu dipilih karena ditengarai menjadi tempat penampungan anak dan perempuan yang mengalami praktek perdagangan manusia.

Data dari Dinas Sosial Makassar ada sekira 103 panti asuhan resmi (berizin) yang ada di Makassar. Pengelolaannya berada di bawah pengawasan Dinas Sosial.

Selain melakukan Sidak, Gugus Tugas TPPO juga akan menggandeng peniliti dan NGO untuk melakukan riset mengenai tingginya angka TPPO di Makassar.

Pelakunya terancam pidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 120.000.000,00 (seratus dua puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp 600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah).

Selain itu, untuk menyelamatkan anak Makassar, DP3A Makassar juga menggandeng Universitas Negeri Makassar (UNM) menyelamatkan anak Makassar. Perjanjian kerja sama antar kedua institusi itu ditandatangani oleh Kepala DP3A Tenri A Palallo dan Rektor UNM Prof Dr Husain Syam, Selasa (24/4).

“DP3A Makassar dan UNM sepakat bekerjasama di bidang pembangunan ketahanan dan kesejahteraan keluarga serta perlindungan anak di kota Makassar,” ujar Tenri.

Kerja sama ini memungkinkan DP3A Makassar dan UNM melakukan sinergitas program dan kegiatan dalam pembangunan ketahanan dan kesejahteraan keluarga serta perlindungan anak di Kota Makassar.

Tujuannya untuk mengembangkan program dan kegiatan perguruan tinggi, mendukung pelaksanaan tri darma perguruan tinggi, serta penyediaan dan pemanfaatan data dan informasi untuk bahan perumusan kebijakan pengembangan mitra untuk bekerjasama mewujudkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga serta perlindungan anak di kota Makassar dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, penelantaran, dan perlakuan salah lainnya.

Kesepakatan ini juga membuka peluang bagi DP3A Makassar dan UNM mengembangkan kebijakan, program, dan model – model kegiatan terkait pembangunan ketahanan dan kesejahteraan keluarga serta perlindungan anak. (*)


div>