SENIN , 17 DESEMBER 2018

DPD Lira Minta Kejari Bantaeng Usut Pembangunan Lapangan Futsal di Kelurahan Bonto Atu

Reporter:

Lukman

Editor:

Sabtu , 21 April 2018 00:10
DPD Lira Minta Kejari Bantaeng Usut Pembangunan Lapangan Futsal di Kelurahan Bonto Atu

Yuzdanar

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) melaporkan adanya dugaan korupsi dalam pembangunan sarana olahraga, yakni lapangan Futsal di Jalan T. A. Gani, Kelurahan Bonto Atu, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng ke Kejari Bantaeng, Jumat (20/4).

Dimana pembangunan tersebut yang merupakan aset pemda itu nampak terbengkalai. Diketahui pembangunan sarana olahraga itu dianggarkan melalui ABPD 2017, namun hingga kini belum ada tanda penyelesaiannya. Padahal dalam kontrak kerja, sudah selesai 150 hari, dengan anggaran ratusan juta.

Ketua DPD Pemuda LIRA Bantaeng, Yuzdanar menuturkan, pada tahun 2017, diduga satu paket penimbunan lapangan futsal dengan anggaran senilai Rp 190 juta dan pengawasan penimbunan Rp 11 juta rupiah.

Kemudian di tahun 2018 dilanjutkan pembangunan lapangan futsal dengan memasukkan kembali anggaran satu paket pembangunan lapangan futsal sebesar kurang lebih Rp 172 juta.

“Sementara di tahun 2017 sudah ditenderkan sebesar Rp 500 juta, namun ada anggaran susulan sebesar 190 juta dan 172 juta. Yang di prediksi jumlah total kesuluruhan sebesar Rp 862 juta,” ungkapnya.

“Kan aneh, jika anggaran sebesar itu tak kunjung selesai proyek tersebut. Maka kami patut curiga ada korupsi dan mark up anggaran di dalamnya,” cetusnya.

Pihaknya pun meminta, agar pihak Kejari bisa segera mengusut tuntas dugaan adanya dugaan tindak pidana korupsi.

Sementara itu, bagian Sekretariat Kejari Bantaeng, Bakri SH yang menerima laporan Pemuda LIRA Bantaeng dengan nomor 2232/DPD-P.LIRA tertanggal 20/4/2018.

“Kami sangat apresiasi lembaga lembaga atau LSM yang melakukan pengawasan untuk mencegah terjadinya korupsi. Laporan ini kami akan lanjutkan ke pimpinam kami (kejari),” ungkapnya. (*)


div>