JUMAT , 16 NOVEMBER 2018

DPK PKPI Makassar Bantah Soal Sepi Pendaftar di Balon Walikota Makassar

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Senin , 29 Mei 2017 21:43
DPK PKPI Makassar Bantah Soal Sepi Pendaftar di Balon Walikota Makassar

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dewan Pimpinan Kota (DPK) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Kota Makassar, membantah jika Partai tersebut sepi pendaftar untuk bakal calon (Balon) Walikota Makassar.

Ketua DPK PKPI Kota Makassar, Muhammad Israt mengatakan, pasca membuka pendaftaran balon Walikota Makassar yang terhitung sejak tanggal 22 Mei hingga 29 Mei hari ini, telah menerima 5 pendaftar di Sekretariat DPK PKPI
Makassar, Jalan Mirah Seruni, Ruko Saphire No. 10 Makassar, untuk mendapatkan tiket usungan PKPI sebagai bakal calon Wali Kota Makassar dalam Pemilihan Walikota mendatang.

“Hari ini, hari terakhir pendaftaran balon walikota di PKPI, hingga saat ini kami di DPK PKPI Makassar telah menerima 5 nama yang mendaftar dan mengambil formulir sebagai calon Walikota Makassar. Nama-nama tersebut antara lain Syamsu Rizal, Andi Mustaman, Farouk M Betta, Racmatika Dewi dan terakhir Adi Rasyid Ali,” beber Israt,
Senin (29/5)

Dia juga menjelaskan, untuk tahapan pengembalian formulir akan dimulai dari 29 Mei hingga 4 Juni mendatang. Selain itu, bagi kandidat yang telah mengembalikan formulir, selanjutnya akan mengikuti fit and propertest yang akan dilaksanakan setelah lebaran nanti, dimana  DPN PKPI dan DPP PKPI akan melibatkan DPK untuk menjaring balon
walikota tersebut.

“Semua calon walikota yang mengembalikan formulir, kita serahkan nama-namanya ke DPP (Dewan Pimpinan Propinsi) untuk menjalani fit and proper test. Dari hasil fit and proper test itu kita tentukan siapa yang akan kita usung,” terangnya.

Soal akan ramainya calon walikota yang akan ikut bertarung pada pesta demokrasi dalam memilih pemimpin Makassar 5 tahun ke depan tersebut,menurut Israt, hal itu merupakan indikator jika banyak tokoh dan figur di Makassar yang memiliki potensi, dan itu merupakan modal besar untuk membangun Makassar yang lebih baik lagi.

“Semakin banyak calon walikota maupun wakil walikota, itu berarti menunjukkan bahwa di Makassar ini banyak memiliki SDM yang memiliki potensi besar dan peduli terhadap kemajuan Makassar,” tutupnya.


div>