MINGGU , 24 JUNI 2018

DPO Perampok Sadis Ditembak Mati Usai Serang Polisi dengan Samurai

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 31 Mei 2018 11:13
DPO Perampok Sadis Ditembak Mati Usai Serang Polisi dengan Samurai

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sepak terjang Erik Tosepu (35) pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) lintas provinsi berakhir diujung bedil Tim Resmob Polda Sulsel. Erik yang merupakan DPO pelaku perampokan lintas Provinsi Sulsel dan Sultra itu diamankan di Jl. Inpeksi Kanal, Kelurahan Kerung-Kerung, Kecamatan Makassar, Rabu (30/5) sekira pukul 02.00 wita.

Pelaku perampokan sadis itu menghembuskan nafas terakhirnya setelah peluru dari salah satu senjata api anggota Resmob Polda Sulsel menembus dada kirinya. Arah peluru yang meleset ke arah bagian dada Erik lantaran mencoba menyerang petugas dengan samurai (pedang Jepang) saat hendak menunjukkan barang bukti hasil kejahatannya di wilayah Somba Opu, Kabupaten Gowa.

“Ia (Erik) dibawa melakukan penunjukan barang bukti hasil kejahatannya. Namun saat itu, ia malah mengarahkan petugas ke lokasi persembunyiannya. Di lokasi itu ia mencoba mengelabui petugas bahkan menyerang dengan pedang samurai (katana),” urain Kepala Subdit IV Jatanras Ditreskrimum Polda Sulsel Kompol Suprianto di Posko Resmob.

Saat berupaya menyerang perugas, tim Resmob Polda Sulsel terpaksa harus melepaskan tembakan peringatan sebanyak tiga kali. Namun Erik tak tetap tak menghiraukannya. Satu peluru akhirnya melesat menembus masuk ke dada perampok lintas provinsi itu.

“Saat dibawa ke RS Bhayangkra untuk diberikan pertolongan, ia meninggal di perjalanan. Sekarang jenazah masih di RS Bhayangkra dan menunggu keluarga menjemputnya,” terangnya

Suprianto menambahkan, Erik menjadi incaran Polisi setelah pelaku perampokan berhasil tertangkap di Polres Kolaka, Sultra. Sementara pelaku lainnya berinisial TK (30) ditangkap oleh anggota Polres Bone.

Bahkan nama terakhir yang diketahui tidak lain adalah istri Erik sendiri juga terlibat sejumlah aksi perampokan bersama suaminya.

Menurutnya, tersangka merupakan pengendali sejumlah kasus perampokan di wilayah Polres Gowa, Polres Bone, hingga Polda Sultra. Saat beraksi, ia ditemani hingga lima orang. Bahkan ia kerap mengajak tersangka lain yang juga merupakan warga sekitar.

“Saat ingin beraksi tersangka yang mengendalikan, jadi kalau mau beraksi di Makassar ia panggil warga sini juga, kalau beraksi di Sultra ia pakai warga sana,” terangnya

Diketahui, selain menangkap Erik, Polisi juga mengamankan sebilah pedang samurai dan sebilah badik dari tangan tersangka. (*)


div>