SELASA , 12 DESEMBER 2017

DPP IMMIM Atensi Persatuan dan Toleransi Umat

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 21 November 2017 13:06
DPP IMMIM Atensi Persatuan dan Toleransi Umat

int

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM— Sebagai wujud tingginya perhatian semangat persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan RI (NKRI), baru-baru ini DPP IMMIM gelar diskusi bulanan.

Diskusi yang dipandu, Prod Dr Ahmad Sewang itu dihadiri puluhan da’i dan masyarakat umum tersebut mengusung tema ”Persatuan dan Toleransi Umat”.

Pangdam XIV/Hasanuddin diwakili Staf Ahli Bidang Humaniter, Letkol Inf. Andi Suyuti saat paparan, mengajak seluruh elemen masyarakat agar senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

”Indonesia yang memiliki 1.128 suku dan penduduk berkisar 258 juta jiwa (sesuai data BPS) merupakan pangsa pasar empuk bagi dunia luar. Itu didukung pula kesuburan lahan dan aneka potensi alamnya,” kata Andi Suyuti.

Semangat persatuan, lanjut Andi Suyuti, harus aktif disosialisasikan. Pertimbangannya, ada hasil penelitian Anthropolog yang
menegaskan, Indonesia, merupakan bangsa yang senang diadu domba.

Sejarah membuktikan, kejayaan kerajaan Sriwijaya dan Majapahit itu runtuh, bukan karena invasi, tapi karena pertentangan internal
kerajaan, tegas Andi Suyuti.

Senada dengan itu, Kapolda Sulsel diwakili Dir Bimmas Polda Sulsel, Kombes Pol Markila Heru Prasetyo mengakui, akhir-akhir ini kita
seolah-olah disibukkan berbagai dampak terganggunya semangat toleransi di Indonesia.

Terganggungnya semangat toleransi di Indonesia, bukan hanya terkait agama, tapi juga terkait individu dan kelompok tertentu, ujar Dir Bimmas.

Dikemukakannya, terganggunya toleransi, sebuah dampak pendidikan yang cenderung mengandalkan kecerdasan intelektual ketimbang pendidikan kecerdasaan emosional.

”Untuk menguatkan semangat toleransi, keselarasan dan sinergitas pendidikan kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional harus mampu dikeseimbangkan,” saran Kombes Pol Markila.

Diungkapkannya, dalam hidup berbangsa dan bernegara, nilai luhur toleransi itu, sangat jelas termaktub dalam butir-butir dasar negara kita Pancasila. Bagaimana caranya agar berkeadilan dan berkemanusiaan, semuanya tercantum dengan jelas. Hanya saja, nilai itu kurang teraplikasi.

Diakhir diskusi, pemandu acara Prof. Dr Ahmad Sewang menambahan, konsep ajaran Islam mengajarkan kedamaian dalam hidup bermasyarakat.

Untuk itu idealnya, dalam gerak hidup keseharian kita, terutama para da’i sangat perlu gencarkan pesan kedamaian pada ummat. Dengan demikian, Islam sebagai rahmatan lil alamin, akan terwujud dalam dunia nyata, kata Ahmad Sewang.

Ditemui terpisah, pengurus DPP IMMIM, Ir Nurfajri FL Alimuddin mengungkapkan, IMMIM sebagai organisasi kemasjidan berorientasi pembinaan ummat. Itulah sebabnya, selama aktif gelar diskusi dan kajian ke-Islaman.

”Topik diskusi yang dipilih, diupayakan aktual, menarik bagi publik dan diyakini memiliki aspek pencerahan bagi ummat. Tujuan akhirnya agar lebih memperkuat aqidah ke-Islaman,” tandas Nurfajri. (***).


Tag
  • DPP IMMIM
  •  
  • IMMIM
  •  
    div>