SABTU , 16 DESEMBER 2017

DPR Dorong Densus Tipikor Penuhi Harapan Publik

Reporter:

Editor:

Sofyan Basri

Minggu , 15 Oktober 2017 21:06
DPR Dorong Densus Tipikor Penuhi Harapan Publik

int

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan meyakini langkah Polri membentuk Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (densus Tipikor) bisa memperkuat upaya pemberantas rasuah di berbagai tingkatan. Namun, dia juga meminta Densus Tipikor segera melakukan koordinasi dengan penegak hukum lain, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung agar tidak ada tumpang tindih antar-institusi.

“Saya mendengar aspirasi masyarakat, ada kekhawatiran kerja pemberantasan korupsi tumpang tindih pasca-pembentukan Densus Tipikor. Namun saya yakin hal itu tidak akan terjadi. Bila koordinasi berjalan baik, tidak akan ada tumpang tindih, apalagi kesan rebutan kasus,” kata Taufik.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu membahkan, bila sinkronisasi dan koordinasi berjalan baik maka upaya pemberantasan korupsi bisa lebih cepat. Sebab, pembentukan Densus Tipikor bisa dijadikan sarana penataan di internal Polri, khususnya dalam memperbaki kinerja aparat dan menertibkan oknum anggota.

“Salah satu alasan pembentukan KPK di tahun 2002 karena tidak maksimalnya kerja Polri dalam memberantas korupsi. Karena itu, Densus Tipikor harus bisa mengembalikan kepercayaan publik kepada institusi Polri,” harapnya.

Terkait anggaran Densus Tipikor sebesar Rp 2,6 triliun, Taufik menyatakan, dukungan keuangan itu harus diimbangi dengan kerja maksimal. Densus harus membidik kasus-kasus besar agar uang negara yang dikembalikan jauh lebih besar.

“Saya tidak bisa bicara anggaran itu besar atau kecil. Kalau mereka bisa menyelesaikan kasus korupsi, menyelamatkan dan mengembalikan aset negara, ya nggak masalah. Ini untuk masa depan Indonesia,” tegas dia.


div>