RABU , 26 SEPTEMBER 2018

DPR Tanggapi Usulan Revisi Usia Menikah, Katanya…

Reporter:

Editor:

faisalpalapa

Minggu , 30 April 2017 19:20
DPR Tanggapi Usulan Revisi Usia Menikah, Katanya…

int

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Midjahid tidak sepakat jika pernikahan perempuan di bawah 18 tahun dikatakan lebih banyak mudaratnya. Pernyataan itu menanggapi fatwa yang dihasilkan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI).

Adapun salah satu fatwanya  meminta adanya revisi tentang syarat usia minimal menikah untuk perempuan, dari usia 16 menjadi 18 tahun.

“Saya tidak setuju jika dikatakan bahwa nikah di bawah delapan belas tahun  banyak mudarat,” ujarnya kepada JawaPos.com, Minggu (30/4).

Alasannya kata Sodik, masih banyak faktor-faktor lain selain faktor usia di bawah 18 tahun yang menjadi penyebab kegagalan rumah tangga dan kemudaratannya.

Kendati demikian, dia memahami dan mengerti ide ulama wanita Indonesia yang mengusulkan perubahan batas usia minimal menikah dari 16 tahun menjadi 18 tahun. Sebab, kedudukan batas minimal usia perempuan menikah dalam hukum Islam berbeda dengan hukum shalat, shaum, haji yang memang pemberian dari tuhan dan telah ditetapkan.

Batas usia minimal perempuan untuk menikah, kata dia, fleksibel dan dinamis sesuai dengan perkembangan zaman dengan tetap tidak melupakan misi utama suatu pernikahan menurut Islam. Yakni, mencari kebahagiaan, sakinah mawadah, warahmah, menjaga kelangsungan umat manusia dengan melahirkan generasi pelanjut dan mencegah perzinahan. Termasuk di Indonesia yang masyarakatnya heterogen.

“Tetap masih harus ada ruang pengecualian bagi wanita yang terpaksa harus menikah sebelum mencapai batas minimal delapan belas tahun,” pungkas Sodik. (dna/JPG)


Tag
  • #usia nikah
  •  
    div>