MINGGU , 23 SEPTEMBER 2018

DPRD dan APMM Desak Direktur RSUD Bantaeng Dicopot

Reporter:

Jejeth

Editor:

Lukman

Senin , 11 Juni 2018 22:00
DPRD dan APMM Desak Direktur RSUD Bantaeng Dicopot

RSUD Bantaeng

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Aliansi Peduli Masyarakat Bantaeng (APMM) angkat bicara terkait buruknya pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bantaeng yang mengakibatkan hilangnya nyawa cabang bayi baru berumur empat bulan dari Darwanti (30).

Dewan Pembina APMM, Jamaluddin Jamal mengatakan bahwa bila pelayanan belum juga membaik, APMM akan terus menyoroti buruknya pelayanan RSUD Bantaeng.

“Tujuan kami kedepannya agar ada perubahan, agar nanti diutamakan tindakan kemudian admistrasi. Hal ini sudah berulang kali terjadi di RSUD Bantaeng, Kami merasa pihak rumah sakit apalagi Direktur sebagai pimpinan harusnya menyampaikan kepada jajarannya agar pelayanan pada hari libur harus tetap berjalan,” tegasnya, Senin ( 11/6).

Ketua APMM, Ruhaedi Hasan, mengungkapkan bahwa kejadian tersebut telah terulang kali terjadi. Jika tidak segera mendapat tindakan maka dapat membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap RSUD Bantaeng.

“Ini sudah berulang kali terjadi, buruknya pelayanan RSUD Bantaeng membuat masyarakat resah. Bisa saja akan menimbulkan rasa tidak percaya masyarakat kepada RSUD Bantaeng. Kami akan mengawal kejadian ini sampai pelayanan membaik dan kalau perlu Direktur RSUD dalam hal ini dr.Sultan dicopot karena tidak becus mengurus pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Menurut salah satu Anggota Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantaeng dari Fraksi PKB, Asri, mengatakan bahwa peristiwa besar seperti itu tidak bisa lagi ditolerir dan meminta dr. Sultan sebagai pimpinan di RSUD Bantaeng untuk bertanggung jawab.

“Memang sangat disayangkan apa yang dilakukan oleh pihak RSUD utamanya direktur harus bertanggungjawab penuh atas kejadian tersebut. Saya akan merekomendasikan ke Pemda agar segera mencopot Dr.Solthan sebagai direktur RS, karena ini sudah kesekian kalinya melakukan kecerobohan, tidak bisa dimaafkan lagi,” jelasnya. (*)


div>