KAMIS , 22 NOVEMBER 2018

DPRD Kota Tomohon Belajar ke Makassar, Bahas Masalah Pendidikan dan Kesehatan

Reporter:

Arini

Editor:

Iskanto

Jumat , 26 Oktober 2018 10:30
DPRD Kota Tomohon Belajar ke Makassar, Bahas Masalah Pendidikan dan Kesehatan

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tomohon melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke DPRD Kota Makassar.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tomohon melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke DPRD Kota Makassar. Kunjungan tersebut untuk melakukan sharing terkait beberapa program yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terutama mengenai pendidikan.

Ketua Komisi III Kota Tomohon, Ladis Pransis Katurang mengatakan bahwa dari beberapa informasi yang diperoleh bahwa pendidikan di Kota Makassar sudah cukup baik. Dilihat dari kepedulian Pemkot Makassar dan DPRD Kota Makassar dalam dunia pendidikan.

“Kita ke Kota Makassar untuk belajar dan untuk sharing informasi terkait dengan pendidikan. Karena memang banyak informasi kita dapat kalau pendidikan di Kota Makassar ini sudah cukup baik. Perhatian pemerintah dan DPRD juga sudah cukup baik melihat kebutuhan masyarakat keterkaitan dengan pendidikan,” kata Ladis, Kamis (25/10).

Apalagi, pendidikan salah satu program keharusan yang harus diperhatikan pemerintah. Sehingga pihaknya banyak mendapat masukan, serta sharing pengalaman, apa program yang baik yang sudah dilakukan Pemerintah Kota Makassar.

Ia menilai Kota Makassar menjamin setiap siswa dan anak di Kota Makassar yang harus bersekolah. Ia mengaku di Kota Tomohon sendiri orangtua siswa sudah mulai komplain ketika mendapati adanya pungutan yang dilakukan pihak sekolah terhadap siswanya.

“Tetapi sebenarnya bukan pungutan, cuman di Kota Makassar ini diatur dengan adanya Perwali yang mengatur boleh ada sumbangan dari orangtua yang memperhatikan akan perkembangan pendidikan di Kota Makassar. Banyak hal yang kami dapat yang kami harap bisa juga kita komper dengan kegiatan yang kami kerja di Kota Tomohon. Kedepan, semua keinginan kami bisa supaya pendidikan kami berkualitas,” jelasnya.

Apalagi, kata dia, Kota Tomohon merupakan daerah penyangga pendidikan untuk beberapa Kabupaten/Kota disekitarnya.

“Kami juga serius dengan pendidikan, karena memang Tomohon ini kota pendidikan dan jadi kota penyangga juga. Jadi kota/Kabupaten yang ada disekitar kita juga banyak yang anak-anaknya yang bersekolah di Kota Tomohon. Sehingga bagaimana supaya pendidikan kita ada inovasi dan tentu masyarakat kita sendiri itu terjamin dengan kualitas dan program yang baik,” terangnya.

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar, Mudzakkir Ali Djamil mengaku pihaknya menyampaikan kepada DPRD Kota Tomohon, alokasi anggaran untuk pendidikan di Kota Makassar memenuhi standar yang diberikan pemerintah pusat.

“Pendidikan juga, masalah persentase anggaran pendidikan di Kota Makassar bahwa alokasi pendidikan yang diberikan lebih dari 20 persen sebagaimana yang disyaratkan oleh pemerintah pusat,” kata Muda–sapaan akrab Mudzakkir Ali Djamil.

Selain itu, pihaknya juga menjelaskan terkait perhatian Pemkot Makassar terkait kesehatan. Seperti peningkatan infrastruktur dari Puskesmas biasa menjadi rawat inap.

“Dalam 3 tahun terakhir ini Makassar banyak melakukan renovasi peningkatan Puskesmas menjadi rawat inap. Ini menampung pasien yang setiap harinya sangat banyak dan perlu pelayanan yang maksimal. Salah satunya itu dari segi perbaikan sarana dan pra sarana Puskesmas,” jelasnya.

Ia menambahkan, Pemkot Makassar juga fokus membenahi kesehatan hingga kerumah warga, dengan adanya program home care. “Saya juga sampaikan soal home care, kalau di Makassar ini selain sarana dan prasarana Puskesmas yang dibenahi, kita juga memberikan layanan kesehatan ke rumah warga yang sakit,” pungkasnya. (*)


div>