SENIN , 24 SEPTEMBER 2018

DPRD-LSM Desak Usut Penambang Illegal

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 05 September 2012 10:38
DPRD-LSM Desak Usut Penambang Illegal

Truk tambang golongan C tetap bandel beroperasi malam di Kecamatan Pallangga meski Pemkab Gowa telah melarang.

Truk tambang golongan C tetap bandel beroperasi malam di Kecamatan Pallangga meski Pemkab Gowa telah melarang.

RAKYAT SULSEL . GOWA – Para penggiat LSM dan sejumlah anggota DPRD Gowa, menilai bahwa maraknya penambangan illegal di Kecamatan Bontonompo, yang berakibat kerusakan lingkungan, harus menjadi perhatian serius Polres Gowa. Apalagi, ada sinyalir bahwa ada oknum-oknum tertentu yang menjadi beking para pengusaha.

Mereka percaya, Kapolres Gowa Totok Lisdianto, adalah pejabat yang baik dan memiliki niat yang tinggi untuk memperbaiki citra kepolisian. ‘’Kalau memang benar berita yang dilansir media, maka Polres Gowa tentunya akan melakukan pemeriksaan di lapangan,’’ ujar Himyar Salim, Direktrur LSM Karaeng Pattingalloang, Senin (3/8).

Seperti diberitakan sebelumnya oleh sejumlah media cetak, Dewan Pembina Himpunan Pelajar dan Mahasiswa (HIPMA) Gowa Bontonompo, Muhammad Rizal, mengatakan bahwa kegiatan tambang illegal di Gowa sulit dihentikan karena diduga dilindungi oleh oknum tertentu. Jaminan perlindungan ini menyebabkan mereka dengan bebas melakukan penambangan meskipun tidak mengantongi izin dari  Pemkab Gowa, khususnya yang beroperasi di Kecamatan Bontonompo.

Akibat penambangan illegal itu, kerusakan lingkungan  cukup memprihatinkan dengan menyusutnya kebutuhan air tanah masyarakat, bahkan air sumur warga pun menjadi  keruh.

Warga di dua desa, yakni Desa Bategulung dan Manjappai, menuding hal itu akibat penambangan yang tidak terkendali dan tidak memiliki izin sama sekali.

Menurut Haris Tappa dan Zakir Lengu, anggota DPRD Gowa dari Fraksi PAN,  penambanan illegal yang terjadi  di beberapa  kecamatan di daerah ini,  hendaknya disikapi dengan tegas dengan tidak membiarkan penambangan seperti itu terus berlangsung. Selain terjadi kerusakan yang luar biasa kerena memang tidak masuk zona tambang, juga menimbulkan kerugian terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Gowa.

‘’Saya kira Pemkab Gowa harus tegas dengan penambangan illegal, tanpa pandang bulu yang berada di belakang mereka. Bahkan, kalau perlu mereka dilaporkan ke pihak kepolisian dengan tuduhan pengrusakan lingkungan,’’ ujarnya.

Haris menyebutkan, sama halnya dengan adanya tudingan dari salah satu penambang illegal di Bontomarannu yang mengaku memberikan mobil Avanza ke salah satu pejabat Distamben Gowa, juga perlu disikapi dengan serius. Meski pejabat yang bersangkutan telah membantahnya. (K1/C)


Tag
div>