RABU , 19 DESEMBER 2018

DPRD Makassar Minta Kualitas Pendidikan Ditingkatkan

Reporter:

Iskanto

Editor:

Jumat , 05 Oktober 2018 09:40
DPRD Makassar Minta Kualitas Pendidikan Ditingkatkan

ARINI/RAKYATSULSEL/D PENDIDIKAN BERKUALITAS. Sekretariat DPRD Kota Makassar menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema "Penyelenggaraan Pendidikan Berkualitas" di Hotel Denpasar, Jl Boulevard Makassar, Kamis (4/10)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menilai sistem pendidikan saat ini cukup dinamis. Sehingga, perlu melibatkan seluruh stakeholder agar mampu mengikuti perkembangan pendidikan yang ada saat ini.

Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar, Hamza Hamid menjelaskan bahwa kondisi pendidikan terutama di Kota Makassar saat ini sudah terbilang bagus. Namun, perlu melibatkan seluruh stakeholder agar menjadi lebih baik.

“Kita cuman mau ada penyempurnaan. Karena perkembangan pendidikan di Indonesia ini sangat dinamis, dan jika kita tidak mengikuti perkembangan ini. Maka kita akan ketinggalan,” kata Hamza ketika ditemui setelah melakukan diskusi publik di Hotel Denpasar, Kamis (4/10).

Ia mengaku pihaknya telah mengusulkan untuk membuat Peraturan Daerah (Perda) Pendidikan anak yang diharapkan dapat menjadi pedoman dalam pelaksanaan pendidikan. “Dasar itulah kita membuat Perda Pendidikan Anak di Kota Makassar. Sehingga, ini jadi pedoman bagi tenaga pendidik,” ujarnya.

Apalagi, kata dia, soal pendidikan itu juga merupakan tanggung jawab orang tua untuk memberikan pendidikan dari rumah. “Karena kalau kita bicara soal penyelenggaraan pendidikan kita tidak hanya bicara soal tenaga pendidik. Harusnya orang tua juga berpartisipasi,” tambahnya.

Salah satu bentuk perkembangan pendidikan yaitu dengan adanya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang masih terus harus disosialisasikan agar masyarakat lebih paham dan bisa menerima pelaksanaan PPDB sistem zonasi.

“Ditahun ketiga penyelenggaraan PPDB ini masyarakat sudah mulai paham. Sehingga perlu disosialisasikn terus dan kita tidak boleh mundur. Sistem ini harus tersosialisasi terus,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Hasbi mengatakan bahwa soal pendidikan seluruh stakeholder yang ada harus memperhatikan 3 hal yaitu input, proses dan output.

“Kalau kita bicara pendidikan, kita bicara soal input, proses dan output. Dalam beberapa tahun terakhir ini kita sudah memperbaiki input dengan melakukan seleksi dengan rasa keadilan yang tinggi,” kata Hasbi.

“Dari segi proses, kita sudah lakukan berbagai hal, katakanlah pembinaan siswa melalui pendidikan karakter. Peningkatan kualifikasi dan kompetensi guru,” tambahnya.

Selain itu, untuk proses pembelajaran pihaknya mengaku masih banyak tenaga pendidik saat ini yang memiliki kompetensi. Namun tidak mampu membuat anak didiknya pintar. Sehingga, itu merupakan tugas seluruh stakeholder.

“Karena masih ada guru, memang kompetensiya bagus tapi tidak bisa membuat anak muridnya pintar. Disana ada sarana, proses pembelajaran,” tukasnya.

Salah satu diantaranya adalah muatan lokal yang harus tetap ada sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan.

“Tidak pernah hilang itu muatan lokal. Karena struktur kurikulum pendidikan itu ada 2, muatan nasional dan muatan lokal. Muatan nasional itu yang buat adalah pemerintah pusat dan muatan lokal itu yang buat adalah pemerintah daerah,” pungkasnya. (*)


div>