SENIN , 17 DESEMBER 2018

DPRD Makassar Minta PDAM Proaktif

Reporter:

Iskanto

Editor:

Senin , 08 Oktober 2018 12:00
DPRD Makassar Minta PDAM Proaktif

ANDRISAPUTRA/RAKYATSULSEL/D DEBIT AIR BERKURANG. Pekerja mengolah air di area bendungan Leko Pancing di Kabupaten Maros, belum lama ini. Debit air dari sumber air baku PDAM Makassar kini berkurang, sehingga para pelanggan di utara dan timur kota mengalami krisis air bersih.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar mengaku memaklumi krisis air bersih yang melanda Kota Makassar dalam beberapa minggu terakhir ini. Alasannya, krisis air memang sering terjadi karena dibulan Oktober karena memasuki musim kemarau.

“Karena ini kan musim kemarau, setiap tahun seperti itu. Setiap musim kemarau, pasti krisis air (bersih),” kata Ketua Komisi B DPRD Makassar, M Yunus, Minggu (7/10).

Akan tetapi, ia meminta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar untuk terus melakukan antisipasi untuk menangani krisis air tersebut. Sebab, persoalan tersebut tentu merugikan pelanggan untuk mendapatkan air bersih.

“PDAM-kan seharusnya sudah tahu, bagaimana cara penampungannya toh. Dan mengantisipasi, tentu ada tempat-tempat (pengadaan tangki air) yang bisa kita mengambil, jangan cuma satu titik saja,” tegasnya.

Menurutnya, PDAM harus proaktif dalam melakukan penanganan krisis air bersih. Hal ini, kata dia, harus dijadikan pengalaman agar ke depannya tidak lagi menjadi kendala bagi PDAM.

“Kan masih banyak sumber sumber baku air. PDAM harus lebih kreatif dan banyak akal. Harus ada cadangan, harus mencari air baku. Harus dijadikan pengalaman, jangan terus-terusan ini dikeluhkan masyarakat,” ungkapnya.

Sebelumnya, Humas PDAM Kota Makassar, Muh Idris Tahir mengatakan kesulitan warga mendapatkan distribusi air dikarenakan saat ini sudah memasuki musim kemarau, yang membuat sumber air baku PDAM Makassar saat ini semakin berkurang.

Kata dia, untuk memenuhi kebutuhan air warga Kota Makassar, pihaknya harus mengambil suplai bantuan air dari Moncongloe. Walaupun demikian, ketika air laut surut, air di Moncong Loe tidak dapat digunakan.

“Yang persoalan sekarang air di Leko Pancing itu menyusut hingga hampir 3 meter. Otomatis mempengaruhi aktivitas produksi instalasi kita. Biasanya yang terkirim itu sekitar 1.500 liter perdetik, sekarang 800-900 liter perdetik. Ini otomatis karena air yang masuk kecil, air yang didistribusi kepelanggan,” ungkapnya.

“PDAM itu antisipasinya dengan mengaktifkan pipa yang ada di Moncong Loe, dan itu kami rasa cukup berhasil, cuma kendalanya Moncongloe itu terkena instrusi air laut. Setiap air laut pasang, airnya tidak bisa kita ambil karena kadar klorida (keasinan) tinggi,” tambahnya.

Selain itu, ia juga mengaku PDAM Makassar juga telah melakukan beberapa upaya antisipasi krisis air dengan mengantarkan langsung air kepada warga yang kekurangan air.

“Untuk menutupi devisit itu, kalaupun sekarang masih ada warga yang mengeluh kalau airnya belum bagus itu kita antarkan air. Jadi silahkan kita mendaftar ke kantor wilayah terdekat, membawa rekening airnya dan nomor telepon. Nanti akan dibuat antriannya, ini massif dan ada beberapa tempat yang terkena dampaknya. Banyak sekali rute pengantarannya, jadi memang harus menunggu antriannya,” jelasnya.

Ia cukup optimis air di Moncongloe dapat membantu mengatasi krisis air warga Kota Makassar. “Kalau tidak ada Moncongloe, saya tidak bisami prediksi bagaimana mi itu warga kekecewaannya kepada air yang tidak bisa dia terima,” pungkasnya. (*)


div>