KAMIS , 18 OKTOBER 2018

DPRD Minta Izin Indomaret di Enrekang Dicabut

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Minggu , 03 April 2016 23:16

ENREKANG, RAKYATSULSEL.COM – Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Surat Izin Tempat Usaha (SITU) yang kini dikantongi PT Indomarco Prismatama (Indomaret Grup) untuk membuka tiga toko modern atau minimarket mendapat tantangan dari DPRD Enrekang.

Pasalnya, bisnis waralaba dinilai akan mematikan usaha perdagangan masyarakat kelas bawah. Apalagi, jauh sebelum terbitnya surat yang ditandatangani Kepala Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (KPMPTSP), Num Rawan, tersebut, telah muncul gejolak dan penolakan dari kalangan pedagang kecil.

“Saya setuju jika surat izin minimarket yang terlanjut terbit itu, dibatalkan karena pasti akan menimbulkan gejolak di kalangan masyarakat, khususnya pedagang kecil. Sebelumnya, mereka memang sudah datang menyampaikan aspirasi penolakan minimarket,” ujar Arfan Renggong, Wakil Ketua DPRD Enrekang, Minggu (3/4).

Kepala Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (KPMPTSP), Num Rawan, yang ditemui di Kantor Bupati menyatakan, pihaknya telah rapat bersama Sekretaris Dearah (Sekda) Enrekang membahas masalah izin SIUP dan SITU yang terlanjur diterbitkan KPMPTSP.

Dikatakannya, jika ada kekeliruan dan kesalahan prosedur terkait terbitnya izin tersebut, tentu pihaknya akan mempertimbangkan untuk melakukan pembatalan atau pencabutan ijin telah terlanjur diserahkan ke pemohon.

“Kami sudah rapat bersama Pak Sekda untuk mencari solusi atas masalah ini,” kata Num Rawan sembari berjalan meninggalkan Kantor Bupati. Sebelumnya, dikabarkan PT Indomarco Prismatama telah mengantongi izin membuka toko yang menjual kebutuhan pokok di tiga tempat berbeda. Satu titik di Maroangin, Kecamatan Maiwa, dua titik lainnya di Ibukota Enrekang tepatnya di depan Mapolres dan RSU Massenrempulu. (***)


div>