MINGGU , 23 SEPTEMBER 2018

DPRD Minta Pemkab Benahi Buruknya Menajemen RSUD Jeneponto

Reporter:

Jejeth Aprianto

Editor:

Iskanto

Minggu , 09 September 2018 17:27
DPRD Minta Pemkab Benahi Buruknya Menajemen RSUD Jeneponto

RSUD Lanto Daeng PasewangFOTO : Jejeth Aprianto

JENEPONTO, RAKYATSULSEL.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jeneponto meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk membenahi menajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto Daeng Pasewang Jeneponto.

Hal itu lantaran buruknya fisik dan pelayanan RSUD Lanto Daeng Pasewang Jeneponto sampai sekarang. Pasalnya, kurangnya kinerja dari menajemen RSUD.

Anggota DPRD Jeneponto dari Fraksi Partai Gerindra, Andi Baso Sugiarto mengatakan bahwa menajemen RSUD memang buruk. Dia juga mengatakan bahwa menurut eksekutif menajemen RSUD memang lemah.

“Bahkan ada klaim BPJS untuk medis termasuk obat, ada juga masuk APBD. Kalau fisik anggaran yang masuk itu sudah luar biasa. Tapi kan tergantung menajemen RSUD,” ujar dia, Minggu (9/9).

Dia juga mengatakan bahwa terlalu jauh untuk berbicara tentang fisik RSUD. Untuk pengadaan oksigen yang harusnya dianggarkan 14 bulan malah dianggarkan 12 bulan.

” Jangan mi terlalu jauh, apalagi tentang fisik. persoalan oksigen saja tiap tahunnya dalam pembahasan pokok untuk oksigen itu sampai 12 bulan padahal harusnya itu sampai 14 bulan hitungannya, karena jangan sampai pasien membludak,” Andi Baso Sugiarto.

Belum termasuk obat, dia mengatakan ada penambahan pembelian obat yang dilakukan oleh RSUD harusnya penganggarannya itu lebih. ” Obat saja itu ada penambahan pembelian obat, harusnya dianggarkan lebih dari pada kekurangan,” terangnya.

Dia juga meminta Pemkab melihat RSUD sebagai kebutuhan dasar masyarakat yang tidak boleh ada kekurangan. Dia juga meminta agar anggaran RSUD lebih, daripada ada lagi penambahan anggaran.

” Saya biasa tidak habis pikir, itu tanggaung jawabnya menajemen padahal ada disana PPTK nya. Menajemen harus mengelola dengan baik, jangan saling lempar tanggung jawab. Profesionalisme dalam bekerja itu harus diutamatan. Benahi fisiknya dan pelayanan, ini adalah kebutuhan dasar masyarakat. Agar masyarakat dan tenaga medis betah,”tuturnya.

Dia juga meminta pihak RSUD ketika mengalami kendala agar datang ke DPRD sehingga dapat dibahas bersama dan mencari solusi.

” Kalau ada masalah datanglah ke DPRD, duduk bersama dan kita bahas apa permasalahan di RSUD, jangan selalu mengkambing hitamkan pihak lain,” tutupnya. (*)


div>