SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

DPRD Parepare Janji Alokasikan Anggaran Peningkatan Kompetensi Bagi Guru Bahasa Daerah

Reporter:

Editor:

Niar

Selasa , 14 Maret 2017 16:20
DPRD Parepare Janji Alokasikan Anggaran Peningkatan Kompetensi Bagi Guru Bahasa Daerah

Pendiri Yayasan Sulapa Eppa', Ajieb Padindang bersama Ketua Lembaga Kebudayaan "Tomacca" Parepare, H Minhajuddin Achmad saat kegiatan Lokakarya Pembelajaran Budaya Sulsel di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare, Senin, (13/3) malam.

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM- Dalam kegiatan Lokakarya Pembelajaran Budaya Sulawesi Selatan yang dilaksanakan Yayasan Sulapa Eppa’ bekerjasama dengan Lembaga Kebudayaan Kota Parepare “Tomacca” di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare, Senin, (13/3) malam, melahirkan berbagai rekomendasi untuk melestarikan budaya Sulsel, khususnya Bugis melalui pembelajaran bahasa daerah. Salah satunya, dengan kegiatan studi banding dan berbagai pelatihan peningkatan kompetensi bagi guru bahasa daerah.

Hal ini diungkapkan Anggota Badan Anggaran DPRD Kota Parepare, H Minhajuddin Achmad yang juga sebagai Ketua Lembaga Kebudayaan “Tomacca”. Menurut Min, sapaan legislator ini, pihaknya akan mengalokasikan anggaran, khusus peningkatan kompetensi guru melalui studi banding di sekolah Bugis yang ada di kabupaten Bone serta pelatihan-pelatihan. Anggaran tersebut kata Min melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

“Untuk studi banding dan pelatihan guru bahasa daerah akan kami akomodir untuk dibahas dianggaran melalui anggaran Dinas Pendidikan,” janji Penggiat Budaya ini.

Sekolah Bugis yang menjadi tempat studi banding tersebut adalah sekolah budaya rintisan Anggota DPD RI, Ajieb Padindang yang merupakan Pendiri Yayasan Sulapa Eppa’. Ajieb Padindang sendiri meluangkan waktunya usai menggelar reses untuk mengikuti kegiatan lokakarya tersebut.

“Dengan kegiatan ini, kita berharap dapat melahirkan konsep pembelajaran bahasa daerah yang berbasis budaya. Jika sekarang lebih dominan pada pengenalan aksara Bugis, nanti kita lebih berharap pembelajaran memasukkan paseng, ade’, rapang dalam pembelajaran,” ucapnya.
[NEXT-RASUL]

Sementara itu, Pendiri Yayasan Sulapa Eppa’, Ajieb Padindang yang juga Anggota DPD RI ini mengatakan, jika kegiatan lokakarya tersebut dihadirkan, sebagai salah satu tameng dalam menangkal arus zaman yang membuat bahasa dan budaya Bugis mulai tergerus.

“Gerakan pembelajaran budaya Bugis melalui lokakarya ini karena kita sadar bahwa budaya Bugis, Makassar, Toraja dan Mandar sudah tergerus oleh perkembangan zaman oleh kemajuan teknologi. Adanya keprihatinan dan kegelisahan ini sehingga kita melakukan sebuah gerakan melalui pembelajaran,” terang Ajieb.

Selain melahirkan rekomendasi untuk memerhatikan peningkatan kompetensi bagi guru bahasa daerah, kegiatan lokakarya tersebut juga melahirkan rekomendasi untuk menunjuk sebuah sekolah dari berbagai tingkatan sebagai sekolah pylot project dalam pembelajaran bahasa daerah, serta menetapkan waktu sehari wajib berbahasa daerah.

Pada kegiatan tersebut, juga hadir Pengawas mata pelajaran Bahasa Daerah, Anwar Halede, para penggiat budaya dari berbagai komunitas, guru-guru bahasa daerah se-kota Parepare, dan pejabat lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare. (Nia)


Tag
div>