KAMIS , 14 DESEMBER 2017

DPRD Sulsel Akan Kaji Ulang Usulan Anggaran Pilgub

Reporter:

Editor:

Sofyan Basri

Rabu , 04 Oktober 2017 19:11
DPRD Sulsel Akan Kaji Ulang Usulan Anggaran Pilgub

ASEP/RAKYATSULSEL/D BUKTI PELANGGARAN. Ketua tim pemenangan Bur-Nojeng, Fachruddin Rangga didampingi Ketua Tim Media Bur-Nojeng, Subhan Alwi menyerahkan bukti laporan kecurangan Pilkada Takalar kepada Ketua Bawaslu Sulsel Laode Arumahi, di kantor Bawaslu Sulsel, Jl AP Pettarani Makassar, Kamis (2/3)

MAKASSAR, RAKSUL – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel menegaskan akan mempertimbangkan secara matang usulan anggaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel terkait event Pilgub yang akan digelar tahun 2018 mendatang.

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel, Fachruddin Rangga mengatakan pihaknya akan meminta pihak eksekutif untuk mempertimbangkan kembali usulan anggaran untuk Pilgub Sulsel.

Hal tersebut diungkapkan politisi Partai Golkar itu berdasarkan hasil studi banding yang dilakukannya pada dua daerah yakni Jawa Timur dan Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Menurutnya, usulan anggaran kedua daerah itu tidak membengkak seperti di Sulsel.

“Dua daerah yang sudah kita lakukan study banding yang menggelar Pilgub yaitu Jawa Timur dan Jawa Tengah. Usulan anggaran untuk dua daerah masih sangat kecil,” kata Fachruddin Rangga di DPRD Sulsel, Rabu (4/10).

Ia menambahkan, jika dilihat dari anggaran pengamanan untuk kepolisian dan TNI di Jawa Timur hanya Rp 90 Miliar dan Jawa Tengah hanya Rp 31,9 Miliar. Sementara untuk Sulsel yang diusulkan untuk anggaran kepolisian saja telah mencapai Rp203 Miliar.

Menurut Rangga, jika dilihat dari sisi perbedaan dua provinsi ini yang memiliki jumlah luas wilayah yang jauh lebih besar dari Sulsel. Selain itu, kata dia, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Jawa Timur saja, telah mencapai 23 Juta pemilih, sementara Sulsel hanya sebesar 7 juta pemilih.

“Selain anggaran pengamanan, usulan anggaran dari KPU Sulsel sebesar Rp456 Miliar dengan asumsi 6 pasangan calon yang maju di Pilgub. Ini kan tidak masuk akal, perlu dirasionalisasi dulu,” jelasnya.


div>