SENIN , 28 MEI 2018

DPRD Tidak Perlu Mengacu Ke DPR Pusat

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Sabtu , 15 September 2012 10:15
DPRD Tidak Perlu Mengacu Ke DPR Pusat

Sri Rahmi, Anggota DPRD Makassar dari PKS

Sri Rahmi, Anggota DPRD Makassar dari PKS

RAKYAT SULSEL . WACANA pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk melakukan penghentian sementara (moratorium) terhadap kegiatan kunjungan kerja (kunker) anggota DPR ke luar negeri, seperti tidak berimbas kepada agenda kunjungan kerja anggota Dewan di kabupaten/kota. Kendati terlambat, gagasan menghentikan studi banding anggota DPR perlu dipikirkan, pasalnya semakin banyak bukti kegiatan ini hanya menghamburkan duit rakyat.

Anggota Komisi B bidang ekonomi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Sri Rahmi, mengatakan bahwa kalaupun itu jadi diberlakukan, maka DPRD Makassar tidak perlu mengacu dengan hal tersebut. “Kita kan otonomi dan asas manfaat itu tergantung dari person anggota dewan itu sendiri. Kalau saya melihat studi banding di dalam negeri itu bagus karena kita punya pembanding,” ungkap Sri Rahmi, Jumat (14/9).

Berikut petikan wawancara Harian Rakyat Sulsel dengan legislator perempuan Kota Makassar dari PKS ini, kemarin.

 

+ DPR-RI berniat akan membuat kebijakan melarang anggota Dewan studi banding ke luar negeri, tanggapan Anda?

– Saya rasa kita di Makassar tidak perlu mengacu pada kebijakan DPR Pusat, karena kita ini kan punya kebijakan sendiri dan lebih tahu harus berbuat apa untuk Makassar.

 

+ Sejauh ini bagaimana Anda melihat manfaat studi banding yang telah dilakukan anggota DPRD Kota Makassar?

– Manfaatnya kembali ke pribadi masing-masing anggota dewan ya. Bagi saya, studi banding itu sangat bermanfaat, karena dengan studi banding ke daerah kita memiliki acuan untuk menyusun Peraturan Daerah (Perda) untuk diterapkan di Makassar.

 

+ Apakah ada alternatif lain kegiatan studi banding anggota dewan, misalnya mencari informasi lewat internet?

– Itu boleh saja sebagai gambaran umum, tetapi terkadang jika kita melihat-lihat lewat website, biasa websitenya tidak memiliki informasi yang lengkap, makanya  kita perlu melihat langsung ke lapangan.

 

+ Selama ini banyak diberitakan bahwa studi banding anggota Dewan hanya alasan untuk plesiran saja, menurut Anda?

– Di sini kita harus profesional. Jika tujuan kita untuk studi ya kita harus studi. Memang peluang untuk plesiran itu pasti ada, karena waktu kita untuk studi di kantor kan hanya sekitar 2-3 jam, selebihnya pasti kita gunakan untuk melihat-lihat suasana kota termasuk penerapan perdanya di lapangan. Yang salah itu, jika ditugaskan untuk studi banding tapi digunakan untuk jalan-jalan. (RS1-M1/D)


Tag
div>