SENIN , 24 SEPTEMBER 2018

DPS Sulsel Berkurang 945.326 Dari DP4

Reporter:

Muhammad Alief

Editor:

Lukman

Rabu , 21 Maret 2018 23:58
DPS Sulsel Berkurang 945.326 Dari DP4

Zulfinas Indra

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sesuai dengan hasil rekapitulasi maka jumlah DPS Pilgub yang ditetapkan oleh KPU Sulsel sebanyak 5.927.656. Angka ini berkurang sebanyak 945.326 dari jumlah DP4 sebanyak 6.872.982 yang diserahkan oleh Kemendagri tahun lalu.

Menurut Direktur Eksekutif Fokus Pemilu, Zulfinas Indra, dari data hasil rekapitulasi KPU Sulsel sangat memprihatinkan karena jumlah DPS yang ditetapkan lebih rendah dari DPT Pilgub 2013 dan Pilpres 2014 lalu.

Hal ini, katanya menunjukkan bahwa sekalipun sudah ada terobosan melalui coklit serentak, KPU Sulsel gagal dalam mengkoordinasikan proses Pemutakhiran pemilih di 24 kabupaten/kota di Sulsel.

“Jika mengacu kepada Pilgub 2007 jumlah DPT sebanyak 5.307.131 dan meningkat sebanyak 18,4%, sehingga pada Pilgub 2013 jumlah DPT menjadi 6.283.716, sedangkan untuk Pilpres 2009 jumlah DPT sebanyak 5.846.878 dan meningkat 8,3%, sehingga pada Pilpres 2014 jumlah DPT menjadi 6.329.963. Maka logikanya adalah harusnya di Pilgub 2018 ini jumlah DPS tersebut harusnya mengalami peningkatan,” bebernya, Rabu (21/3).

Lebih lanjut diungkapkannya pula, bahwa dengan data DP4 sebanyak 6.872.982 yang tersebar di 17.100 TPS, maka rata-rata jumlah pemilih hanya 402/TPS, dengan dukungan PPDP sebanyak 20.982 orang, maka rata-rata setiap PPDP hanya menangani 52 pemilih (17 Kepala Keluarga), dengan durasi waktu 30 hari (20/1-18/2), sehingga tidak ada alasan kemudian untuk tidak mampu menuntaskan coklit pemilih.

“Dari awal memang terjadi kegamangan di KPU Sulsel dalam menjabarkan PKPU Nomor 2 Tahun 2007, di tingkat KPU Kabupaten/Kota, sehingga banyak dilakukan perubahan dalam proses coklit yang dilaksanakan, yang kemudian berdampak terhadap hasil yang tidak maksimal,” terang Zulfinas, yang juga mantan Ketua KPU Kepulauan Selayar ini.

Lebih jauh, dijelaskannya bahwa hasil evaluasi penyelenggaraan Pilkada sepanjang 2005-2017, maka salah satu potensi kerawanan yang dapat memicu konflik adalah ketidakakuratan DPT yang akan terakumulasi pada saat pemungutan dan penghitungan suara di TPS.

Menurutnya, dengan tidak adanya lagi ruang untuk melakukan coklit, maka KPU Sulsel harus mampu melakukan terobosan dalam mengkoordinasikan dan mensosialisasikan pemilih yang belum terdaftar di DPS untuk mendatangi PPS mendaftarkan diri sampai 2 April 2018.

“Jika kita melihat trend peningkatan data pemilih dalam Pilgub dan Pilpres maka akan ada potensi peningkatan pemilih sebesar 681.567 (10,7%) dari data pemilih terakhir di Pilpres 2014 sehingga DPT Pilgub SulSel akan mencapai 7.011.530,” pungkas Zulfinas. (*)


div>