• Selasa, 29 Juli 2014
Iklan | Privacy Policy | Redaksi | Citizen Report

DPT Pilgub Sulsel 6.279.350

Rabu , 28 November 2012 12:51
Total Pembaca : 1080 Views

Baca juga

MAKASSAR – Rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel yang dipimpin ketuanya Dr Jayadi Nas kemarin akhirnya menetapkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPDT) untuk Pilgub 22 Januari 2013 mendatang sebesar 6, 279,350. Jumlah tersebut terdiri pemilih  perempuan sebesar 3.237.633 sementara pemilih laki-laki 3.041.717.

Rekap KPU tersebut dilakukan setelah 24 KPU kabupaten/kota memprosentasekan DPT, masing-masing Bantaeng (136.389), Barru (126.387), Soppeng (185.815), Luwu (247.801), Pinrang (298.236), Maros (238.288), Jeneponto (283.742), Sinjai (179.748), Tana Toraja (154.605), Bone (560.304), Pangkep (242.515), Sidrap (221.424), Wajo (318.723), Luwu Timur (187.077), Takalar (209.361),

Toraja Utara (153.317), Luwu Utara (223.892), Parepare (100.810), Gowa (506.155), Palopo (111.562), Makassar (1.046.285), Selayar (88.514), Enrekang (142.586), dan Bulukumba (315.814).

Selain menetapkan jumlah DPT, KPU Sulsel juga menetapkan jumlah PPK, PPS dan TPS/KPPS. “Untuk jumlah TPS sebanyak 15.601,” ujar anggota KPU Sulsel Ziaurrahman.

Ketua KPU Jayadi Nas yang dihubungi menyatakan, DPT yang diumumkan ini juga sudah sesuai dengan apa yang menjadi data dari masing-masing tim pemenangan, kendati banyak hal yang menjadi kendala. Meski begitu, pihaknya menuntaskan tahapan DPT sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Ketua Tim IT pasangan Ilham-Aziz (IA) Hamka Hidayat, menyatakan DPT yang diumumkan oleh KPU semuanya sudah sesuai dengan data yang dimilikinya. “Kita kagum dengan kerja KPU untuk melakukan pemuktahiran data, dan kami mengapresiasi DPT yang diumumkan karena sudah sesuai dengan harapan kami di tim IA,” ulas Hamka Hidayat.

Koordinator Pokja Garuda’Na, Ir Yarivai Mappeaty, mengatakan bahwa Garuda’Na menerima penetapan verifikasi jumlah DPT oleh KPU. Menurutnya, KPU Sulsel sudah bekerja keras menjamin akurasi DPT. Meski begitu, pihaknya meminta agar KPU Sulsel mengawasi dan memantau pelaksanaan Pemilukada selanjutnya. “Agar siapa pun gubernur dan wakil gubernur DKI yang terpilih dalam Pemilukada DKI tidak menjadi persoalan panjang, karena hak suara terjamin serta tidak terjadi pengurangan atau penambahan hak suara dalam proses pemungutan suara,” katanya.

Dia memberi saran agar petugas yang ditempatkan di TPS oleh KPU harus mengetahui dan mengenal warganya dengan baik. Hal ini dimaksudkan agar para petugas itu dapat mengetahui apakah warga itu sudah mencoblos atau belum. Hal ini dapat mencegah munculnya pemilih ganda. “Selain saksi, nantinya petugas TPS yang bisa melihat dengan jelas siapa-siapa warganya,” kuncinya.

Namun bagi Panwaslu, masih ada beberapa persoalan yang harus dituntaskan terkait DPT ini. Salah satunya, persoalan adanya perbedaan data DPT di dua kabupaten yaitu Kabupaten Wajo dan Kabupaten Toraja. Pihak Panwas Sulsel memang mempertanyakan adanya perbedaan data DPT yang berbeda dengan data yang dimiliki KPU kabupaten yang bersangkutan.

Ketua Panwas Sulsel Supriyanto membenarkan adanya perbedaan data tersebut. Hal ini menurutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak KPUD Sulsel untuk mencocokkannya.

Masih menurut Supriyanto, berdasarkan rapat pleno dengan pihak KPUD Sulsel, memang ada perbedaan data,  namum itu perbedaan data yang dimiliki Panwas Kabupaten/Kota dengan Panwas Sulsel. Selanjutnya, kata Supriyanto, pihaknya akan  melakukan croscheck perbedaan data tersebut dengan pihak KPUD Sulsel.

Selaku penyelenggara, Anggota KPUD Sulsel Lomba Sultan membenarkan adanya perbedaan data tersebut. Hanya saja data yang diperoleh Panwas tersebut, kata Lomba Sultan,  belum final dan belum dirapatkan. Lomba menjelaskan, data yang  dimiliki Panwaslu Provinsi itu berdasarkan data yang diberikan Panwas kabupaten/kota.

“Ternyata  setelah KPUD Sulsel melakukan pengecekkan  dan menjelaskan bahwa data yang diperoleh dari Panwas kabupaten/kota adalah  data yang belum final (belum dirapatkan-Red),” terang Lomba Sultan kepada Rakyat Sulsel. (RS11-RS6-RS12/C)

 

DATA DPT KAB/KOTA

- Bantaeng (136.389), Barru (126.387), Soppeng (185.815), Luwu (247.801), Pinrang (298.236), Maros (238.288), Jeneponto (283.742), Sinjai (179.748), Tana Toraja (154.605), Bone (560.304), Pangkep (242.515), Sidrap (221.424), Wajo (318.723), Luwu Timur (187.077), Takalar (209.361), Toraja Utara (153.317), Luwu Utara (223.892), Parepare (100.810), Gowa (506.155), Palopo (111.562), Makassar (1.046.285), Selayar (88.514), Enrekang (142.586), dan Bulukumba (315.814).