SABTU , 17 NOVEMBER 2018

DTRB Segel Delapan Bangunan Tanpa IMB

Reporter:

Armansyah

Editor:

MA

Jumat , 07 September 2018 11:15
DTRB Segel Delapan Bangunan Tanpa IMB

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Kota Makassar hingga Agustus 2018 telah menyegel sedikitnya delapan bangunan tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan DTRB Makassar, Ismail Abdullah, mengatakan, pihaknya terus melakukan pengawasan di seluruh Kecamatan Makassar. Tidak sedikit pula laporan yang masuk terkait adanya bangunan yang melanggar.
“Temuan kita tidak hanya berasal dari laporan pemerintah setempat, tapi juga pengawasan anggota bidangnya yang ditempatkan di setiap kecamatan,” ujar Ismail, Kamis (6/9)
“Laporan itu setiap hari ada puluhan yang masuk ke kita, tapi sampai sekarang itu total yang sudah kita segel ada delapan bangunan. Kita berikan teguran satu dua, akhirnya kita turun nanti datang pada saat yang ketiga, tapi saya sampaikan bahwa selesaikanmi dulu IMB ta,” tambahnya.
Ismail berharap, tidak ada bangunan yang ditindaki sampai pada tahap penyegelan. Makanya itu, pihaknya meminta kepada pemilik gedung yang melanggar agar lebih kooperatif ketika mendapatkan surat teguran dari pemerintah.
Ismail menjelaskan, selama ini masyarakat langsung membangun meski belum mengantongi IMB dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (PM-PTSP). Padahal, aturannya bangunan itu baru bisa didirikan ketika ada IMB dari instansi terkait.
“Biasanya, berkasnya baru masuk baru sampai di Lurah dan Camat belum memasukkan berkas di PTSP sudah mulai membangun. Itu tidak dibenarkan, harusnya terbit dulu IMB-nya, protapnya itukan hanya sekira dua pekansudah selesai, jadi sabarlah setelah itu lanjut, selama ada IMB-nya,”jelas Ismail.
Pelanggaran persepsi seperti ini, hampir terjadi di seluruh kecamatan. Padahal, berkas administrasi yang diurus di kelurahan dan kecamatan hanya sebatas rekomendasi untuk mendapatkan alas hak yang kemudian ditindaklanjuti di Dinas PM-PTSP.
“Bila ada yang melanggar kita akan lakukan penindakan, yaitu berupa penyegelan. Kalau datang menghadap kita arahkan untuk mengurus IMB, tapi kalau tidak datang menghadap sampai satu minggu kami akan turun membawa alat berat dan dilakukan pembongkaran,” tegasnya.
Ismail menjelaskan, dari sekian banyak bangunan yang tidak memiliki IMB mayoritas adalah rumah tinggal dan pondokan atau kos-kosan. Kendati demikian, pihaknya masih memberikan kebijakan kepada pemilik bangunan agar segera mengurus IMB-nya, hal itu juga bertujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar.
Artinya, jangan sampai ada tindakan penyegelan. Namun, bilamana teguran pertama dan kedua tidak diindahkan bahkan tidak memiliki itikad baik kepada pemerintah, maka akan melakukan penyegelan.
“Mungkin ini butuh sosialisasi kepada warga. Artinya, jangan melakukan pembangunan bila IMB belum terbit. Jadi kita tidak turun menyegel, tetap diberikan kesempatan kepada warga untuk mengurus IMB,” ungkapnya.
Sementara, Kepala Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kota Makassar, Ahmad Kafrawi, mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mengurus IMB sebelum melakukan pembangunan. Jika tidak, maka pihaknya akan melakukan tindakan tegas tidak hanya berupa penyegelan tapi sampai pada tahap pembongkaran.
“Kita harus konsisten dengan aturan kita, kalau tidak ada IMB kita bongkar, sekalipun tanahmu misalnya. Makanya, kita sampaikan silahkan urus IMB sebelum melakukan pembangunan,” tegasnya. (**)


Tag
div>