SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

Dua Desain Mega Proyek Sulsel Berubah

Reporter:

Editor:

dedi

Minggu , 26 Maret 2017 18:55
Dua Desain Mega Proyek Sulsel Berubah

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo menegaskan dua desain mega proyek transportasi Sulsel yakni kereta api dan elevated road atau jalan layang Maros-Bone berubah dari perencanaan awal.

Menurutnya, Kereta api yang pada awalnya direncanakan jalurnya menyusuri gunung itu kemudian berubah dengan akan dibuatnya terowongan dibawah gunung. Begitu juga dengan elevated road yang juga akan dibuatkan terowongan dibeberapa perut gunung.

“Kereta api kita ubah desain. Tadinya menyusuri gunung, sudah disetujui kita buat terowongan dalam gunung dan keluar ke pantai,” ungkapnya saat dikonfirmasi setelah melakukan penembusan underpass simpang lima mandai, belum lama ini.

Dia menambahkan, dengan adanya terowongan itu, perjalanan dari Parepare menuju Kota Makassar menjadi bagian dari rekreasi masyarakat. Terowongan ini disebut berada antara Barru dan Parepare.

“Saya kira (Terowongan, Red) akan makan 1 kilo kurang lebih, tahun ini mudah-mudahan kita sudah kerja. Kita mau desain seperti begitu, tidak konvensional, tidak merusak ekosistem gunung,” katanya.

Terkait dengan besaran anggarannya, dirinya mengakui tidak tahu persisi persoalan teknis tersebut dengan adanya perubahan desain itu.

“Ini sudah disetujui tentu sudah analisa anggaran. Tidak mungkin dibuat itu kalau lebih merugikan. Kita membutuhkan dana cepat,” ujarnya.

Hingga tahun 2018 ditargetkan jalur kereta api sudah selesai hingga 50 kilometer. Dia berharap kereta sudah bisa dinikmati meaki belum secara keseluruhan rampung sebelum dirinya mengakhiri masa jabatan.

“Target 50 kilo tahap pertama April 2018, untuk secara lengkap di 2019. Target naik kereta April 2018, sebelum Syahrul berakhir jadi gubernur,” tuturnya.

 


div>