RABU , 14 NOVEMBER 2018

Dua Kada Resmi Dilantik, Ingat Janji Saat Kampanye

Reporter:

Rahmaniar -Fahrullah

Editor:

Iskanto

Kamis , 01 November 2018 08:20
Dua Kada Resmi Dilantik, Ingat Janji Saat Kampanye

ANDRISAPUTRA/RAKYATSULSEL LANTIK DUA KEPALA DAERAH. Gubernur Sulsel, Nurdin Abdulah melantik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Parepare, Taufan Pawe-Andi Pangeran Rahim serta Bupati dan Wakil Bupati Enrekang, Muslimin Bando-Asman di Ruang Pola, Kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumoharjo Makassar, Rabu (31/10).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) resmi melantik dua kepala daerah hasil Pilkada lalu di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Rabu (31/10).

Kedua kepala daerah tersebut yakni Wali Kota dan Wakil Wali Kota Parepare, Taufan Pawe-Pangerang Rahim serta Bupati dan Wakil Bupati Enrekang, Muslimin Bando-Asman. Harapan besarpun ditujukan kepada keduanya agar menunaikan janji-janji politiknya saat kampanye.
Muslimin Bando mengaku akan melanjutkan semua program yang sudah berjalan selama ini. “Kita lanjutkan saja program yang sudah ada,” katanya.

Program yang dimaksud yakni melanjutkan pengerjaan infrastruktur jalan, peningkatan sumber daya manusia, termasuk aparatur negara. “Kita tidak ada dulu mutasi karena itu sudah ada aturannya, harus enam bulan menjabat,” jelasnya.

Program lainnya yakni penuntasan kemikinan hingga membuat lapangan kerja bagi masyarakat. “Penuntasan kemiskinan tidak bisa ditunda, membuka lapangan kerja juga tidak bisa ditunda tapi itu tidak berjalan sendiri,” sebutnya.

Untuk membuka lapangan kerja, pihaknya terlebih dahulu akan memperbaiki ruas jalan pedesaan, agar lebih muda diakses para petani. Sementara untuk jalan yang akan dituntaskan diperiode keduanya ini sepanjang 200 kilo meter.

Sementara itu, Wali Kota Parepare dua periode, Taufan Pawe mengatakan hal yang akan dilakukan adalah tetap mengacu pada visi misi sejak awal kampanye.

“Mempedomani visi misi kami enam bulan kedepan. Kemudian kita akan meyusun RPJMD, itu adalah pedoman yang harus diikuti, saripati yang harus diikuti. Melanjutkan apa yang telah kami lakukan,” ujarnya.

Taufan Pawe juga akan mengubah wajah Parepare sebagai industri tanpa cerobong asap. Visi dan misi ini akan diwujudkan melalui tiga pilar, yaitu pada sektor pendidikan, kesehatan, dan kepariwisataan.

Pembangunan Institut Teknologi Habibie (ITH) yang kini dalam tahap pembebasan lahan, merupakan salah satu sektor unggulan di bidang pendidikan dalam menjadikan Parepare sebagai kota industri tanpa cerobong asap.

Di bidang kesehatan, Taufan Pawe optimis dapat memungsikan pembangunan Rumah Sakit Hasri Ainun Habibie, dengan kapasitas seribu kamar, dengan ketinggian tujuh lantai. Rumah sakit yang berkonsep medical tourism yang ditunjang dengan estetika pesisir sungai dan pembangunan Torangeng River Side ini, akan menjadi daya tarik berobat sambil berwisata.

Rumah Sakit ini akan menyerap ribuan tenaga kerja lokal, sehingga dapat menurunkan angka pengangguran secara signifikan. Taufan optimis dengan difungsikannya rumah sakit berkelas dunia itu, selain mampu menyerap tiga ribu lebih tenaga kerja lokal, juga akan meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat Parepare.

Setelah beberapa pembangunan di Parepare, baik yang sudah selesai, maupun yang akan menjadi program lanjutan, Taufan-Pangerang juga berkeinginan akan membangun sejumlah sektor yang akan menarik wisatawan berkunjung di Kota Parepare.

Termasuk kata dia, dengan menghadirkan Museum Habibie yang nantinya akan diisi dengan sejumlah properti milik pribadi Habibie, termasuk tanda jasa dan tanda kehormatan miliknya.

Selain itu, pembangunan tempat wisata dan hiburan di Taman Mattirotasi yang disebut Mattirotasi Water Park dan Anjungan Cempae juga akan mendorong kepariwisataan, sehingga teori telapak kaki yang digagasnya selaras.

“Impian saya membangun Parepare menjadi Industri Tanpa Cerobong Asap melalui tiga sektor, pendidikan, kesehatan, dan kepariwisataan,” jelas Taufan Pawe.

Taufan menegaskan akan membangun konsep telapak kaki di kota Parepare yaitu konsep yang menjadikan Kota Parepare akan diserbu oleh banyak pengunjung.

“Melalui pelayanan-pelayanan terbaik yang hadir di berbagai sektor publik terutama bidang pendidikan dan kesehatan, Kota Parepare akan menjadi kota tujuan maupun kota percontohan dalam mengakses layanan tersebut. Saya berharap, dukungan dan koordinasi yang baik dari seluruh SKPD agar kita bisa menjadikan Kota Parepare sebagai kota dengan pelayanan terbaik,” tambah Taufan. (*)


div>