Dua Kasus Korupsi Lahan Segera Disidangkan

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kasus dugaan korupsi pengadaan lahan bandara dan Buloa, akan segera memasuki tahap persidangan. Kasus korupsi lahan bandara telah dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), sedangkan untuk kasus Buloa telah diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum) Kejati, Salahuddin, mengatakan, dua kasus dengan tersangka berbeda tersebut telah dinyatakan lengkap, dan dilimpahkan ke JPU Kejari dan Pengadilan Tipikor Makassar. Pelimpahan berkas dan tersangka dilakukan untuk mempercepat proses hukum.

“Tersangka kasus penyewaan lahan Buloa dan kasus pembebasan lahan Bandara Sultan Hasanuddin, resmi dilimpahkan. Untuk kasus Buloa, penyidik menyerahkan ke JPU Kejari Makassar, sementara kasus lahan bandara dari JPU Kejari Maros ke Pengadilan Tipikor Makassar,” ungkap Salahuddin diberitakan Rakyat Sulsel, Rabu (26/7).

Ia menjelaskan, untuk kasus dugaan korupsi penyewaan lahan di Kelurahan Buloa, yang dilimpahkan adalah tersangka Jayanti. Tersangka lainnya yang sudah lengkap alias P21 yaitu Assisten 1 Makassar, Muh Sabri.

Sementara, lima tersangka untuk kasus dugaan korupsi pembebasan lahan Bandara Sultan Hasanuddin, masing-masing Kepala BPN Maros Andi Nuzulia, Kepala Sub Seksi Pengaturan Tanah Pemerintah Hamka, Kasubsi Pendaftaran Hartawan Tahir, Juru Ukur Muhtar, dan Hijaz Zainuddin yang merupakan mantan Kasi Survey Pengukuran dan Penataan Kota.

“Keenam tersangka dari dua kasus berbeda tersebut, sudah tahap dua atau lengkap,” pungkasnya. (***)