JUMAT , 17 AGUSTUS 2018

Dua Legislator Sulsel Ingatkan Kadir Halid Tak “Kapau-pau”

Reporter:

Editor:

Lukman

Kamis , 07 Juni 2018 21:20
Dua Legislator Sulsel Ingatkan Kadir Halid Tak “Kapau-pau”

Kadir Halid. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pernyataan Kadir Halid yang mencurigai ada dana “siluman” di Dinas Pendidikan Sulsel, terus menuai reaksi. Pasalnya, pernyataan tersebut sama sekali salah kaprah. Mengingat, sebagian dana itu justru adalah honor untuk guru honorer.

Kadir yang bicara kapasitasnya sebagai Ketua Komisi E DPRD Sulsel, dinilai terlalu tendensius terhadap Kepala Dinas Pendidikan Imran Yasin Limpo.

Dua legislator Sulsel sangat menyayangkan tudingan berlebihan tersebut keluar dari mulut Kadir. Padahal yang dicurigai itu justru sudah dibahas. Bukan dana siluman.

Anggota DPRD Sulsel, Rahmansyah menyatakan, tidak seharusnya Kadir berbicara seenak hati dan perutnya terkait hal-hal yang berkaitan dengan teknis, tanpa dasar dan cenderung mengabaikan apa yang menjadi proses di komisi.

Walaupun, lanjut dia, Kadir Halid merupakan Ketua Komisi E DPRD Sulsel yang bermitra kerja dengan Dinas Pendidikan, tetapi tetap harus objektif.

“Apa yang disampaikan cenderung terlalu tendensius dan mengarah terhadap personal. Padahal kan, persoalan terkait anggaran tersebut sudah sangat jelas tidak ada permasalahan alias clear dan clean,” kata Rahmansyah saat dikonfirmasi, Kamis (7/6/2018).

Tidak hanya itu, Rahmansyah juga mengingatkan Kadir Halid agar persoalan terkait OPD tidak di politisasi apalagi menyeret ke ranah politik. Ia prihatin dengan sikap Kadir yang terkesan terlalu mementingkan kepentingan pribadinya.

Menurutnya, jangan sampai tindakan atau prilaku yang dipertontonkan Kadir malah menciderai DPRD secara kelembagaan.

“Jangan karena kakaknya merupakan kandidat gubernur Sulsel lalu kemudian seenak perutnya menyerang Kadis Pendidikan Sulsel karena bersaudara dengan IYL,” ujarnya.

“Mudah-mudahan ini Kadir bukan karena mau sekalimi kakaknya jadi gubernur, sehingga yang dilakukan menyimpang dari tugas dan kewenangannya sebagai anggota dewan,” pungkasnya.

Kritikan sama disampaikan, Usman Lonta. Anggota DPRD Sulsel dari Fraksi PAN ini, menegaskan, sikap atau prilaku yang diperlihatkan Kadir Halid sudah melenceng dari tugas-tugasnya sebagai legislator.

“Kalau ada anggota dewan yang menuding, sama analoginya sopir dokar yang menengok ke belakang menanyakan sama penumpang di mana kuda,” sindir Usman Lonta kepada awak media. (*)


div>