RABU , 20 JUNI 2018

Dua Pekan Terganggu, PDAM Pangkep Pastikan Suplai Air Kembali Normal

Reporter:

Atho

Editor:

Lukman

Senin , 05 Maret 2018 20:00
Dua Pekan Terganggu, PDAM Pangkep Pastikan Suplai Air Kembali Normal

Dirut PDAM Pangkep, Effendy Kasmin (kanan), saat mengecek langsung produksi air di IPAM Leangkassi, kecamatan Minasatene, Senin (05/03).

PANGKEP, RAKYATSULSEL.COM – PDAM Kabupaten Pangkep banyak menerima keluhan dari pelanggan dalam dua pekan terakhir, terkait suplai air bersih ke pelanggan khususnya di Kecamatan Pangkajene tidak maksimal.

Hal tersebut terjadi akibat gangguan listrik di Instalasi PAM Leangkassi, Kecamatan Minasatene, yang menyebabkan pompa di IPAM tidak bekerja maksimal.

Ini dikemukakan Direktur PDAM Pangkep, Effendy Kasmin yang ditemui, Senin (05/03), saat melakukan pengecekan langsung di IPAM Leangkassi.

“Kita mohon maaf sebelumnya kepada pelanggan, karena suplai air terganggu, ini dipicu listrik di instalasi terganggu, karna ada kabel terbakar, tapi itu sudah kita ganti,” ujar Effendy.

Tidak maksimalnya suplai air memang dirasakan oleh warga, dan diakui Effendy sudah berlangsung hampir dua pekan, bahkan pihak PDAM sudah berkordinasi dengan pihak PLN untuk melakukan perbaikan baru.

“Kabel itu sudah berulang kali terbakar karena tidak kuat dengan beban, dan perbaikannya hanya seadanya, tapi hari ini pihak PLN sudah mengganti dengan kabel baru yang lebih kuat, jadi kita pastikan suplai air sudah bisa normal,” tambah mantan Plt Sekda Pangkep tersebut.

Terpisah, Kepala Seksi Produksi PDAM Pangkep, Abdul Halik menjelaskan, akibat gangguan tersebut suplai air ke kurang lebih 6000 pelanggan, khususnya di kecamatan Pangkajenne dan Minasatene menjadi terganggu. Padahal IPAM Leangkassi sendiri mampu menyuplai air bersih warga sebanyak 60 liter perdetik pada siang hari, dan 50 liter perdetik saat malam hari.

“Kapasitas produksi kami secara normal sekitar 60 liter perdetik, ke 6000-an pelanggan, karena gangguan ini, kami kekurangan setengahnya, atau hanya bisa menyuplai air hingga 30 liter perdetik saja,” singkat Halik.

IPAM Leangkassi sendiri sudah beroperasi Sejak 1982, dimana Biaya operasional yang dibutuhkan kurang lebih Rp200 juta perbulan, saat ini PDAM Pangkep berharap IPAM Tagari dapat segera beroperasi, karena diyakini IPAM tersebut dapat menambah kapasitas produksi hingga 90 liter perdetik. (*)


div>