RABU , 14 NOVEMBER 2018

Dua PLTB Segera Beroperasi di Sulsel

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Jumat , 02 Februari 2018 12:05
Dua PLTB Segera Beroperasi di Sulsel

PLTB (int)

*Tak Sekedar Pembangkit Listrik, Tawarkan Destinasi Wisata Baru

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dua Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) akan segera beroperasi di Sulsel. Selain PLTB di Kabupaten Sidrap, adapula di Jeneponto meskipun dengan kapasitas lebih rendah. Tak sekedar pembangkit, PLTB ini juga akan menjadi destinasi wisata baru, sebagaimana kincir angin di Belanda.

PLTB di Kabupaten Jeneponto dibangun di Kampung Lengke-Lengkese, Kecamatan Binamu, oleh Equis Energy PT Energi Bayu Jeneponto. Kapasitasnya sekitar 72 Mega Watt (MW). Dengan nilai investasi sebesar USD 160,7 juta, PLTB ini memanfaatkan lahan 60 hektare, dan menghabiskan waktu pengerjaan selama dua tahun.

Managing Director Technical Services Equis Energy, Daniel Astbury, menjelaskan, hingga saat ini progres pembangunan secara keseluruhan sebesar 58,2 persen, dengan target penyelesaian 15 Juni mendatang. Saat ini memasuki tahap pemasangan tiang dan turbin. Sedangkan proses pengerjaan fondasinya sudah hampir rampung.

Adapun perusahaan akan membangun 20 turbin angin tipe SWT-3.6-130 setinggi 138 meter, dengan tinggi total pembangkit 198 meter. Kapasitas masing-masingnya 3,6 MW. Sementara panjang kincir mencapai 64 meter dengan berat 17 ton.

“Ada 20 set, tiangnya dari Cina dan turbinnya dari Denmark. Sepuluh set sudah ada di Makassar dan akan diangkut dengan truk sepanjang 74 meter. Setiap turbin memiliki tiga baling-baling,” kata Daniel, saat menemui Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, di Kantor Gubernur, Kamis (1/2).

Daniel melaporkan, untuk mengangkut kompenen turbin dari Pelabuhan Soekarno Hatta ke lokasi pembangunan di Jeneponto, dibuat jalan baru sepanjang 14 Km dengan lebar 5-8 meter. Diharapkan, PLTB ini bisa mulai menghasilkan listrik pada tahun ini. Pembangkit ini akan terhubung ke jaringan energi Indonesia melalui gardu lokal dan jalur transmisi 150 kilovolt (kV).

“Proses pengangkutan saat arus lalulintas mulai sepi, pukul 22.30 hingga pukul 05.00 wita. Diangkut dari container yard Pelabuhan Soekarno Hatta, Jl Nusantara- Jl Tol Reformasi, Fly Over, Jl AP Pettarani, ke selatan Jl Sultan Alauddin, dan melintas di poros Gowa- Jeneponto,” jelasnya.

Menanggapi laporan tersebut, Syahrul mengatakan, hadirnya PLTB ini akan menambah pasokan listrik ke masyarakat, sehingga akan menghasilkan peradaban baru.

Infrastruktur tenaga angin ini cocok dikembangkan di Sulsel, dikarenakan biaya perawatannya yang rendah.

“Hadirnya PLTB ini bukan hanya membangun proyek, tetapi membangun peradaban baru. Harapan saya, energi bayu ini juga sampai Takalar bahkan Selayar. Saya akan bicara juga dengan PLN,” sebutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Komisaris PT Energi Bayu Energi Jeneponto, Hamid Awaluddin, menyampaikan, salah satu manfaat dari pembangunan PLTB ini akan menjadi objek wisata.

“Lokasi turbin ini bisa menjadi objek wisata, orang bisa datang berfoto. Secara ekonomis rakyat akan mendapatkan manfaatnya. Di Belanda lebih rendah saja orang datang, apalagi ini lebih tinggi. Ini memotong sawah, nanti Jeneponto akan mudah dilihat,” tambahnya.

Sebelumnya, telah dibangun PLTB Sidrap yang merupakan PLTB terbesar di Indonesia. PLTB ini memiliki total 30 kincir angin yang saat ini sudah terbangun 25 kincir angin. Pembangunan gedung pusat perawatan dan teknis PLTB Sidrap juga telah dirampungkan.

Adapun proyek pembangkit dengan kincir angin ini digarap oleh investor asal Amerika Serikat, yakni UPC Renewables, bekerja sama dengan PT Binatek Energi Terbarukan. Sejak ditandatangani pada Agustus 2015 lalu, penyelesaian PLTB diperkirakan sesuai target pada Februari ini.

Dari sisi nilai investasi, proyek ini menelan investasi sebesar 150 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,99 triliun (dengan kurs dolar Rp 13.300). PLTB Sidrap merupakan pembangkit tenaga angin pertama dan terbesar di Indonesia yang memanfaatkan lahan kurang lebih 100 hektare. (*)


div>