KAMIS , 18 OKTOBER 2018

Dua Puskesmas di Luwu Timur ikuti Penilaian Nasional

Reporter:

Editor:

hur

Kamis , 10 September 2015 13:41
Dua Puskesmas di Luwu Timur ikuti Penilaian Nasional

Tim penilai di Puskesmas Malili dalam lomba Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) berprestasi tingkat Nasional. (Dedi/RakyatSulsel)

MALILI, RAKYATSULSEL.COM – Kabupaten Luwu Timur (Lutim) kembali mendulang prestasi di bidang pelayanan kesehatan. Setelah sebelumnya menjadi jawara di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, dua Puskesmas di Lutim mewakili Sulsel di ajang Nasional.

Kedua puskesmas yang mengikuti penilaian tingkat nasional mewakili Sulsel, yakni Puskesmas Malili dan Puskesmas Mahalona. Keduanya mewakili Sulsel dalam lomba Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) berprestasi tingkat Nasional. Puskesmas Malili mengikuti kategori Perkotaan, sementara Puskesmas Mahalona masuk kategori wilayah terpencil.

Penilaian kedua puskesmas tersebut berlangsung selama 5 hari, sejak Selasa-Sabtu (8-12/9). Di Puskesmas Malili, penilaian dipimpin dr. K.M. Taufik MMR didampingi empat rekannya, dr.Sri Hastuti Nainggolan, dr Ribut Pantjarochana, dr Ganda raja Partogi,S,MKM dan Surjana, SKM, MS.C.

“Penilaian FKTP berprestasi yang diikuti PKM Malili masuk kategori perkotaan. PKM Malili akan bersaing dengan Puskesmas Bondowoso (Jawa Tengah) dan Puskesmas Situbondo (Jawa Timur),” kata ketua tim penilai, dr. K.M. Taufik.

Menurut Taufik, item penilaian meliputi manajemen puskesmas yang mencakup perencanaan puskesmas selama dua tahun terakhir, lokakarya mini bulanan lintas program dan lokakarya tri bulanan lintas sektor. Selain itu dinilai pula profil dan hasil kinerja Puskesmas tahun 2013 dan 2014.

Selanjutnya sistem manajemen mutu di dalamnya mencakup audit internal dan audit keuangan serta pengendali mutu, gambaran status kesehatan masyarakat, kegiatan inovasi, struktur organisasi, dan pencapaian hasil pelayanan kesehatan.

Kepala Puskesmas Malili, dr Benny mengaku optimis dapat meraih prestasi di tingkat Nasional sebagaimana yang telah dicapai pihaknya saat menjadi terbaik pertama di Sulawesi Selatan.

Sementara di Puskesmas Mahalona, penilaian dipimpin, R.J. Sukowidodo bersama drg. Aditya Putri, Retna dan Budiman. Semua Tim penilai FKTP ini dari Kementerian Kesehatan RI.

R.J. Sukowidodo selaku ketua tim penilai mengatakan, penilaian yang dilakukan bukanlah individu tapi lebih kepada institusi. Menurutnya, puskesmas disebut berprestasi karena didukung seluruh stakeholder, baik dalam lingkup puskesmas sendiri, maupun masyarakat.

Sukowidodo menambahkan bahwa dalam penilaian FKTP mencakup empat kategori yakni Puskesmas Kawasan Perkotaan, Perdesaan, Wilayah Terpencil dan Klinik Pratama. “Satu hal membanggakan karena Provinsi Sulawesi Selatan berhasil mengikuti empat kategori di mana Puskesmas Perkotaan dan Wilayah terpencil dari Luwu Timur, Puskesmas Perdesaan diwakili Luwu Utara, dan Klinik Pratama diwakili Kabupaten Pinrang,” jelasnya.

Lanjutnya, penilaian FKTP berprestasi tahun ini sesuai Permenkes Nomor 24 Tahun 2015 yang merupakan bentuk pembinaan dan pengawasan secara terintegrasi dan berjenjang untukbmemberikan pengakuan secara institusi atas prestasi dan peran aktif FKTP dalam mendukung pembangunan di bidang kesehatan berupa pelayanan sesuai SOP, upaya promosi dan preventif yang melibatkam peran serta masyarakat dan lintas sektor termasuk kegiatan inovasi.


div>