JUMAT , 21 SEPTEMBER 2018

Dua Ribu CJH Dihimbau Lunasi BPIH

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Kamis , 20 April 2017 10:41
Dua Ribu CJH Dihimbau Lunasi BPIH

Ilustrasi. foto: jpg

MAKASSAR, RakyatSulsel.com– Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Sulsel Abdul Wahid Tahir mengimbau kepada seluruh calon jemaah haji (CJH) Sulsel agar dapat segera melunasi pembayaran haji.

Pihaknya mencatat sebanyak 5.076 calon jemaah haji telah melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), hingga Rabu 19 April 2017. Jumlah tersebut sebanding dengan 69 persen dari total yang masuk daftar sebanyak 7.296 orang.

“Yang belum melunasi masih ada sekitar dua ribuan orang,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Sulsel Abdul Wahid Tahir di Makassar, Rabu (19/4).

Wahid mengatakan, data tersebut berdasarkan laporan panitia Penyelenggara Haji dan Umrah di 24 kabupaten/kota se-Sulsel, sejak pelunasan BPIH dibuka pada 10 April lalu. Adapun pelunasan tahap pertama akan ditutup pada 5 Mei mendatang.

Tahun ini calon jemaah haji Sulsel dikenakan BPIH senilai Rp35 Juta lebih. Saat pendaftaran, para calon jemaah disebut telah membayar setoran awal senilai Rp25 Juta.

Meski periode pelunasan BPIH terbuka hingga tahap kedua pada Juni, calon jemaah haji diminta agar segera menunaikan kewajibannya. Terutama bagi yang telah memiliki cukup uang. Pada tahun ini pembayaran BPIH seharusnya tidak membutuhkan waktu lama, sebab tidak lagi mengacu pada kurs Dollar Amerika.

[NEXT-RASUL]

“Ada juga yang menunggu Dollar turun. Padahal tidak berpengaruh. Yang penting uangnya sudah siap, langsung setor saja,” Ujarnya.

Setelah pelunasan BPIH, Kemenang Sulsel bakal melanjutkan proses penyelenggaraan haji dengan perampungan berkas jemaah. Termasuk diantaranya pembentukan regu dan rombongan. Adapun penentuan kelompok terbang masih menunggu petunjuk dari pusat.

“Kloter akan dibicarakan lebih lanjut. Sebelum itu masih ada sejumlah proses, seperti pemeriksaan kesehatan dan perlengkapan lain yang dibutuhkan selama di tanah suci,” pungkasnya.

Sebelumnya saat berkunjung ke Makassar, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Abdul Jamil mengatakan pemerintah telah sepakat mengenai Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) pada tahun 2017 ini, meningkat sebesar Rp 249.008 dari Rp 34.641.304 menjadi Rp34.890.312. Dengan naiknya BPIH pelayanan bagi Jemaah Haji Indonesia turut meningkat karena terdapat penambahan pembayaran yang dilakukan. “Tentu akan naik dan harus naik dan pelayanan harus di atas 83,83 persen. Semua lini pelayanan juga akan kita maksimalkan kedepan,” ujarnya saat mengunjungi Asrama Haji Sudiang, beberapa waktu lalu.

Dirinya menyebutkan jika peningkatan pelayanan tersebut mulai dari porsi makanan bagi jemaah di Mekah saat ini sudah menjadi 25 kali dan di Madinah 18 kali dan terdapat pula biaya satuan penyelenggaraan haji di kabupaten/kota dan di Kantor Urusan Agama, masing-masing sebesar Rp75.000 sebanyak 10 kali di luar Jawa dan 8 kali di Pulau Jawa. “Pelayanan dapat dimaksimalkan dengan adanya alokasi kuota petugas haji Indonesia sebanyak 3.500 orang. Begitu pun dengan peningkatan kualitas pelayanan bis antar kota, bis shalawat dan bis menuju Armina,” ujarnya

Diketahui, Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia pada 2016 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menyimpulkan kepuasan jemaah sebesar 83,83 persen. Angka tersebut naik 1,16 point jika dibandingkan IKJHI 2015 sebesar 82,67 persen. “Survei yang dilakukan tersebut memasuki tahun ke-7 yang dilaksanakan BPS dengan tiga metode pengumpulan data, yakni pengumpulan kuesioner, wawancara, dan observasi. Ada sembilan pelayanan yang diukur BPS kepada Jemaah Haji. Nah itu yang menjadi tolak ukur kami untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Target pelayanan naik sampai 90 persen tahun ini, itu bukan tidak mungkin kan,” ungkapnya.

Abdul Jamil menyebutkan jika sembilan kategori layanan yang disurvei BPS kepada jamaah haji, diantaraya pelayanan petugas kloter, pelayanan transportasi shalawat, pelayanan beribadah, layanan bis antarkota, dan layanan petugas non kloter. (ash/D)


div>