SELASA , 23 JANUARI 2018

Dua Siswa SMU 1 Wotu Tewas Tenggelam

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 25 September 2012 11:13
Dua Siswa SMU 1 Wotu Tewas Tenggelam

ilustrasi

ilustrasi

LUWU TIMUR – Nahasbagi M Taufik (15) dan Mirna (15), dua siswa SMU Negeri 1 Wotu tersebut, ditemukan dalam keadaan tak bernyawa setelah tenggelam di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bendungan Kalaena, Desa Teromu, Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur. Peristiwa tewasnya kedua korban terjadi hari Minggu lalu, sekira pukul 15.30 Wita.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, kedua korban bersama 5 orang rekannya berencana rekreasi ke objek wisata di daerah Tambangan Mangkutana, namun niat tersebut di urungkan karena objek wisata tersebut penuh sesak oleh pengunjung. Kemudian ke tujuhnya memutuskan untuk rekreasi di wilayah bendungan Desa Teromu.

Sesampai di tempat tujuan, beberapa diataranya termasuk dua korban langsung menceburkan diri untuk berenang. Tak lama berselang, keduanya pun langsung tenggelam bersama seorang rekannya bernama Leo.

Salah seorang rekan korban lainnya bernama Charles sempat melakukan pertolongan, namun hanya Leo yang terselamatkan. Charles beserta beberapa rekannya langsung melaporkan perihal tenggelammnya Taufik dan Mirna.

“Saya sempat menolong ketiga, namun hanya Leo yang berhasil saya dapatkan.” Singkat Charles.

Mendengar informasi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dibantu PMI dan SAR Malili, langsung menuju lokasi. Namun karena sudah gelap, Tim pencari memutuskan untuk melakukan pencarian keesokan harinya.

Akhirnya, Senin (24/9) kemarin, Taufik berhasil ditemukan sekira pukul 07.30 Wita, dan selang 3 jam kemudian korban satunya lahi yakni, Mirna, juga berhasil ditemukan dalam keadaan kaku tak bernyawa.

Kapolsek Mangkutana, AKP Muh Tanding, yang di konfirmasi mengatakan, peristiwa tersebut resmi kecelakaan dan tidak ada unsur kesengajaan.

“Setelah kami investigasi dan mendengar kesaksian beberapa warga, kami menyimpulkan bahwa peristiwa ini adalah kecelakaan murni,”tandas Tanding.

Sementara itu, Wakil Bupati Luwu Timur, Thoriq Husler, yang turun langsung ke lokasi tenggelamnya kedua korban mengatakan, bahwasanya areal Bendungan Kalaena sesungguhnya bukanlah objek wisata namun kondisi tersebut di manfaatkan oleh beberapa warga untuk rekreasi dan berenang. Untuk itu pihak Pemerintah akan membuat pelarangan berenang di area tersebut.

“Kita tidak bisa menyalakan siapa-siapa, ini kehendak yang maha kuasa. Hanya saja, saya mengimbau agar kedepannya areal bendungan ini tidak boleh lagi di gunakan sebagai objek rekreasi apalagi digunakan untuk berenang,” tegas Husler.

Korban M.Taufik sendiri yang merupakan warga Wotu rencananya akan dikebumikan hari ini, sedangkan Mirna, langsung dibawah keluarga ke kampung halaman di Kecamatan Bupon Kabupaten Luwu. (k17/dj/C)


Tag
div>