RABU , 22 AGUSTUS 2018

Dua Terpidana Teroris Dipindah ke Makassar

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Kamis , 21 April 2016 10:51
Dua Terpidana Teroris Dipindah ke Makassar

int

RakyatSulsel.com — Dua terpidana kasus terorisme, Asrul Riyadi alias Jack, warga Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), dan Noor Chandra Pindariza alias Jajut, warga Purworejo, Jawa Tengah (Jateng), dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan (lapas) Kejaksaan Negeri Makassar, Sulawesi Selatan, kemarin (20/4).

Keduanya sebelumnya ditahan di Rumah Tahanan Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat sejak 2014. Mereka dipindahkan ke Makassar atas instruksi Kejagung dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Makassar Deddy Suwardy menjelaskan, Asrul diketahui pernah menjadi peserta pelatihan militer di pegunungan Biru, Poso Pesisir, Poso, Sulawesi Tengah. Dia merupakan anak buah Abu Wardah alias Santoso.

Asrul paham dengan peristiwa bom di pos polisi lalu lintas depan SMA Kristen, Poso, Oktober 2012.

Dia juga memiliki kemampuan merakit bom dan membantu menyembunyikan bahan peledaknya sebelum peristiwa terjadi.  Sementara Chandra pada 2000 menampung Abu Dujana, orang yang dicari pihak kepolisian karena terlibat bom Bali.

“Tim Kejagung telah mengeksekusi perkara teroris, yakni Asrul dan Chandra, pukul 09.00 Wita (Rabu, 20/4). Keduanya telah dieksekusi di Lapas I Makassar,” katanya.

[NEXT-RASUL]

Menurut dia, kedua teroris dibawa tim yang beranggota 15 orang. Mereka terdiri atas 11 anggota Kejagung dan 4 personel Densus 88. Mereka diketahui tiba di Makassar pukul 08.00 dan langsung dibawa ke lapas.

“Asrul dituntut 7 tahun penjara, tapi putusannya hanya 5 tahun 6 bulan penjara. Sementara itu, Chandra dituntut 5 tahun penjara dan putusannya tetap 5 tahun penjara,” ungkap Deddy yang didampingi tim satgas pembawa kedua teroris.(ifa/mam/JPG)


Tag
div>