SENIN , 19 NOVEMBER 2018

Dua Tersangka Kasus Bandara Diperiksa Ulang

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 29 Desember 2016 13:43
Dua Tersangka Kasus Bandara Diperiksa Ulang

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar mengeluarkan Kepala Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros Machmud Osman dan Kepala Dusun Bado-bado, Kelurahan Bajimangai, Kecamatan Mandai Rasyid dari Lapas Klas I Makassar, Rabu (28/12).

Kedua dikeluarkan untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembebasan lahan perluasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros.

“Keduanya dijemput di lapas, karena masih ada keterangan yang diperlukan oleh penyidik terkait kasus perluasan bandara,” kata Salahuddin, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulselbar.

Sebagai informasi, dalam kasus ini, Camat Mandai berperan sebagai pelepasan hak. Padahal, pelepasan hak lahan perluasan bandara Internasional tersebut tidak boleh lagi dilakukan setelah ketentuan peraturan pemerintah nomor 2 tahun 2012.

Bahkan Machmud Osman telah menerbitkan dokumen yang seharusnya tidak boleh terbit. “Dalam perpres itu bahwa tanah yang sudah ditetapkan dalam SK Gubernur tidak bisa dialihkan kecuali kepada pihak yang hendak melakukan pembebasan yakni Angkasa Pura I,” ungkapnya.

Selain menjabat sebagai camat, Machmod juga berberan sebagai anggota Pejabat Pengadaaan Tanah (P2T) yang melakukan verifikasi pembayaran kepada masyarakat untuk mengidentifikasi pemilik tanah.

Dalam kasus ini Camat Mandai dan Kepala Dusun Bado-bado dijerat Pasal 2 dan 3 Junto 55 Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Berdasarkan hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sulsel, perluasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin telah merugikan negara hingga Rp 317 miliar. (***)


div>