SENIN , 22 OKTOBER 2018

Dua Tersangka Korupsi RSUD Andi Makkasau Akhirnya Ditahan

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Kamis , 25 Februari 2016 18:59

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Usai diperiksa, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan alat kesehatan RSUD Andi Makkasau, Uwais Alqarni akhirnya ditahan.

Kejaksaan Negeri Kota Parepare (Kajari) menahan Uwais Alqarni sebagai tersangka mark up dalam pengadaan alkes RSUD Andi Makkasau yang telah membuat negara rugi Rp 10 Miliar dari total anggaran Rp 19,8 Miliar.

Kepala Kajari Kota Parepare, Risal Nurul Fitri mengaku terpaksa menahan tersangka atas tindakan melawan hukum dengan cara menghilangkan barang bukti. Selain itu, Uwais juga merupakan penentu nilai kontrak kepada rekanan.

“Yang bersangkutan ditahan karena dia yang menyusun harga pekerjaan untuk menentukan nilai kontrak, dan sebelumnya kami juga telah menerima bukti harga beli resmi dari distributor ke rekanan,” akunya.

Uwais sendiri datang di Kejaksaan Negeri kota Parepare, menggunakan Seragam Dinas Hitam Putih. Dari perhitungan sementara, pihak Kajari menduga kasus pengadaan alkes ini merugikan negara hingga Rp 10 miliar, dari total anggaran Rp. 19,8miliar.

“Uwais kami jerat dengan pasal Tipikor,” singkatnya saat dihubungi selulernya, Kamis, (25/2/16).

Selain menahan Uwais, pihak Kajari juga telah menahan Candra yang ditetapkan sebagai tersangka tindak korupsi pengadaan alkes dan pencucian uang. “Untuk Candra selain ditahan karena tindak pidana korupsi dia juga melakukan pencucian uang,” katanya.

Risal mengungkapkan, penyidik telah mengantongi hasil analisa keuangan dari PPATK untuk pencarian pihak yang melakukan pencucian uang dari tindak pidana korupsi tersebut. “Untuk para tersangka pasti masih ada tersangka lain, kami sisa menunggu bukti dari keterangan saksi,” ungkapnya.

Ditanya pihak siapa yang bakal ikut disangkakan, Risal enggan mengomentari hal itu. “Intinya ada kick back ke Pejabat di Parepare,” terangnya.

Sehari sebelumnya, Kejaksaan Negeri Parepare melakukan penetapan tersangka sebanyak dua orang yakni, Uwais Alqarni, selaku PPK Pengadaan dan Candra Pratama selaku direktur PT Pahlawan Roata yang telah ditahan sebelumnya, Rabu 24 Februari 2016.


div>