SELASA , 17 JULI 2018

Duel Petahana di 4 Pilkada,  3 Wakada Terancam Gagal Melaju

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Senin , 08 Januari 2018 07:49
Duel Petahana di 4 Pilkada,  3 Wakada Terancam Gagal Melaju

Dok. RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM— Pecah kongsi kepala daerah versus wakilnya tak terhindarkan di Pilkada 2018. Kecuali Kabupaten Bone, rivalitas antarpetahana dipastikan terjadi di sedikitnya empat Pilkada masing-masing Palopo, Parepare, Jeneponto, dan Sidrap.

Pemetaan rivalitas antarpetahana diperoleh berdasarkan kejelasan usungan resmi parpol-parpol melalui format B1-KWK parpol hingga memasuki tahapan pendaftaran bakal paslon, Senin (8/1/2018) hari ini. Enam kepala daerah berstatus petahana dipastikan melaju ke tahapan pendaftaran, sementara tiga wakil kepala daerah gagal menggenapkan parpol usungan.

Head to head petahana walikota dan wakil walikota dipastikan mewarnai Pilkada Kota Parepare dan Kota Palopo. Pasangan Taufan Pawe-Pangerang Rahim bakal saling menjajal dengan paket Faisal Sapada-Asriady Samad, sementara rivalitas antar Judas Amir dan Akhmad Syarifuddin tak terhindarkan di Pilkada Palopo.

Judas yang berpasangan dengan Masry Bandaso diusung koalisi gemuk melibatkan delapan parpol, sementara Akhmad Syafruddin menggaet mantan Budi Sada melalui koalisi Parpol Hanura-Gerindra yang mengantongi lima kursi atau sekira 20 persen suara.

Kejelasan B1-KWK Partai Gerindra dan Demokrat untuk Pilkada Sidrap, ikut memastikan persaingan terbuka antara Fatmawati Rusdi kontra Dollah Mando. Fatma yang kini tercatat sebagai anggota DPR RI, tak lain adalah istri dari Bupati Sidrap Rusdi Masse, sementara Dollah Mando merupakan wabup Sidrap dua periode.

Kompetisi berebut status kepala daerah melibatkan elit-elit birokrasi paling sengit di Pilkada Jeneponto. Sebab selain melibatkan petahana bupati Ikhsan Iskandar dan wabup Mulyadi Mustamu, mantan Sekretaris Daerah Muh Syarif dipastikan melaju mulus setelah mampu mencukupkan parpol koalisi.

Iksan Iskandar berpasangan dengan Paris Yasir melalui koalisi Golkar-PDIP-PPP-Gerindra, sementara Mulyadi Mustamu menggandeng Muh Kasmin Makkamula dengan koalisi Hanura-Demokrat-PKPI. Adapun mantan Sekda Jeneponto Muh Sarif menyatu bersama Tahal Pasni dengan parpol pengusung masing-masing PKS, PAN, dan PKB.

Di Pilkada Makassar, Wakil Walikota Syamsu Rizal, berpotensi gagal melaju setelah dua parpol utama masing-masing Demokrat dan PKS, justru memilih berlabuh ke paslon lain. Pilkada ibukota provinsi Sulsel ini dipastikan melibatkan duel antara petahana Ramdhan Danny Pomanto yang berpasangan dengan Indira Mulyasari (DIAmi) kontra paket Munafri Afiuddin-Rachmatika Dewi (App1-Cicu).

Nasib serupa dialami Wabup Wajo Andi Syahrir Kube Dauda yang dipastikan gagal melaju karena tak mampu mengenapkan koalisi parpol pengusung. Untuk sementara, ASK baru meraih dukungan NasDem yang meraih dua kursi atau lima persen suara, sementara parpol yang belum menerbitkan B1 KWK hanya menyisakan PBB yang meraih satu kursi atau 2,5 persen.

Wabup Enrekang Amiruddin pun terancam gagal bersaing dengan petahana Bupati Muslimin Bando. Jika Amiruddin gagal meyakinkan PKS, maka Pilkada yang memiliki 166 ribu jumlah pemilih tersebut berpotensi memunculkan pasangan calon tunggal dan atau kotak kosong bersama Pilkada Bone.

Dua Wabup yang dipastikan melaju mencatatkan Muh Yasin di Pilkada Bantaeng serta Amru Saher di Pilkada Luwu. Yasin berpasangan dengan Ilham Rifurio melalui koalisi Nasdem-PAN, sementara Amru Saher masih peluang melaju jika mampu mengenapkan koalisi di dua hari sisa tahapan pendaftaran. (*)


div>