JUMAT , 20 JULI 2018

Duel Sesama Petahana, Siapa Diunggulkan?

Reporter:

Iskanto - Fahrullah

Editor:

asharabdullah

Rabu , 14 Maret 2018 14:45
Duel Sesama Petahana, Siapa Diunggulkan?

Ilustrasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak tahun 2018 di Sulsel, ada tiga daerah yang akan menyajikan pertarungan antar sesama incumbent.

Tiga daerah itu akan melibatkan kepala daerah melawan wakilnya. Masing-masing Palopo, Parepare dan Jeneponto.

Di Palopo, sang petahana Judas Amir dan Akhmad Syarifuddin Daud alias Ome bakal saling berhadapan, begitupun dengan di Parepare antara Taufan Pawe dan Faisal Andi Sapada. Sementara di Jeneponto Iksan Iskandar akan berhadapan dengan wakiknya Mulyadi Mustamu.

Calon Bupati Jeneponto, Mulyadi Mustamu mengaku sudah sejak lama telah mempersiapkan diri mengalahkan Iksan Iskadar. “Kalau persiapan memenangkan pilkada, sudah jauh-jauh hari. Kan sebelum kita maju sudah ada keyakinan untuk bisa menang,” kata Mulyadi.

Ia optimistis bisa mengalahkan incumbent. “Pasti kita yakin bisa menang. Ngapain maju kalau kita tidak yakin,” ucapnya.

Sementara untuk stategi mengalahkan Iksan Iskadar dan dua rivalnya yang lain, Mulyadi sudah menerapkan semenjak berniat untuk maju. “Kalau starteginya hanya satu, memperbanyak silaturahmi,” ungkapnya.

Pakar Politik Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, Arief Wicaksono menuturkan, pertarungan sesama incumbent tentunya akan menyajikan sesuatu yang berbeda. Sebagai kepala daerah yang tengah cuti tentunya telah memiliki basis suara masing-masing yang kuat.

“Menurut saya pertarungan incumbent di tiga wilayah itu akan berlangsung seru, karena masing-masing pihak (dari aspek wakil bupati) memperlihatkan keseriusan dalam menantang masing-masing bupati,” kata Arief.

Ia menjelaskan, daerah yang menjadi pertarungan para incumbent lebih rawan terjadi konflik. Sehingga memang baik kandidat maupun tim harus mampu menahan diri.

“Dinamika yang cukup tinggi terutama di Jeneponto dan Palopo, meski masih bisa diatasi. Saran saya, masing-masing pihak (kandidat dan tim) harus memiliki kemampuan menahan diri,” tuturnya.

Sementara itu, Konsultan Politik Jaringan Suara Indonesia (JSI) Nursandy menuturkan, khusus Pilkada Kota Palopo dan Parepare rivalitas kandidat berlangsung sengit. Karena duel hanya terjadi antara wali kota melawan wakilnya di pemerintahan.

“Isu keberhasilan versus perubahan akan menjadi komoditas politik yang massif diperdengarkan oleh masing-masing kubu di telinga pemilih,” kata dia.

Ia menjelaskan, soliditas dan kerja politik tim yang terukur dan produktif serta program yang rasional dan relevan dengan kebutuhan masyarakat akan ikut menentukan kemenangan kandidat.

Sementara Pilkada Jeneponto, lanjut Nursandy, posisi incumbent Iksan Iskandar masih lebih diuntungkan dengan komposisi rival lebih dari satu. Pemilih yang anti kepemimpinan incumbent akan terbelah dan terdistribusi ke masing-masing kompetitornya.

“Mulyadi Mustamu yang tak lain adalah wakilnya di pemerintahan bisa menjadi batu sandungan jika melakukan effort ekstra (tenaga dan finansial kuat) dan menjalankan strategi jitu untuk menumbangkan incumbent,” paparnya. (*)


div>