RABU , 12 DESEMBER 2018

Duet di Pilpres, Pecah di Pileg

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

Iskanto

Kamis , 20 September 2018 11:36
Duet di Pilpres, Pecah di Pileg

Ilustrasi (Doc. RakyatSulsel)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Partai politik (Parpol) peserta Pemilu 2019 bakal saling bahu membahu memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019 mendatang.

Dikubu Jokowi-Ma’ruf, ada sembilan parpol yang akan berduet memenangkan pertarungan. Sembilan parpol itu adalah PDIP, PPP, PKB, Golkar, Nasdem, PSI, Perindo, PKPI, dan Hanura. Sementara dikubu Prabowo-Sandiaga, ada lima parpol yang akan bekerjasama. Masing-masing Gerindra, Demokrat, PKS, Berkarya dan PAN

Namun kemesraan elite parpol tidak berlaku di Pileg. Parpol koalisi pilpres dinilai akan pecah, kondisi ini dikarenakan parpol ingin meraih suara sebanyak-banyaknya dengan menempatkan kadernya di parlemen.

Misalnya Golkar, dengan tegas meminta kepada seluruh kader untuk tetap fokus meraup banyak suara dalam Pileg meski tetap harus bersaing dengan calon lain dari partai koalisi pendukung Jokowi-Ma’ruf.

Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Syamsu Rizal mengatakan, meski dihadapkan pada dua pilihan yakni Pilpres dan Pileg, akan tetapi yang menjadi prioritas adalah Pileg.

“Kita kerja dua-duanya, baik Pilpres dan Pileg. Tapi ada target-target sehingga fokus prioritas kita di caleg,” katanya.

Ia menegaskan menghadapi Pileg, Partai Golkar telah menyiapkan kadernya untuk bertarung memperebutkan kursi, baik di pusat maupun di daerah. “Tugas partai harus memenangkan kader di Pileg, perolehan kursi juga harus jelas ada,” tutur Wakil Wali Kota Makassar tersebut.

Dg Ical, sapaan akrab Syamsul Rizal juga mengaku telah mendapat instruksi dari DPP untuk memenangkan Capres dan Cawapres usungan Golkar di Sulsel.
“Jadi, kami harapkan Sulsel menjadi lumbung suara Golkar. Kita akan maraton dalam sosialisasi,” jelasnya.

Sekretaris PDIP Sulsel, Rudy Pieter Gony mengatakan, PDIP Sulsel, menargetkan menjadi pemenang pertama pada perhelatan politik lima tahunan itu. “Menang di Pilpres dan Pileg. Khusus Pileg target kursi naik,” katanya.

Ia menambahkan, setiap caleg wajib untuk mengkampanyekan Jokowi-Ma’ruf sebagai capres 2019. Hal ini juga menjadi kewajiban kader dan caleg di PDIP untuk menjalankan dan mentaati apa yang menjadi instruksi DPP PDIP. “Sudah pastilah harus mendukung Jokowi-Ma’ruf. Sebagai kader harus jalankan perintah partai,” tegasnya.

Ketua DPD Gerindra Sulsel, Idris Manggabarani (IMB) mengatakan, DPD Partai Gerindra Sulsel memberlakukan keharusan bagi seluruh caleg yang ikut berkompetisi di Pileg 2019 untuk mengkampanyekan Prabowo Subianto sebagai calon presiden.
“Meski fokus kampanye caleg. Tapi kader juga sosialisasi capres dan cawapres kita pak Prabowo-Sandi,” ujarnya.

IMB menuturkan, keharusan itu sudah dipersyaratkan saat para proses pendaftaran caleg berlangsung. Baik menjadi keharusan caleg DPRD kota/kabupaten, provinsi Sulsel hingga caleg DPR RI.

Karena jika kelak Prabowo jadi Presiden akan memberikan nilai positif bagi kader internal. “Jadi, wajib mensosialisasikan Prabowo. Gerindra menang, Prabowo Presiden itu utama. Karena kita melihat ke depan,” tuturnya.

Ketua Demokrat Sulsel, Ni’matullah menegaskan akan komitmen memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan berusaha untuk memengkan Pileg. “Kita akan kerja dua-duanya (Pilpres dan Pileg),” kata Ni’matullah.

“Tidak ada beban, kita sudah terbiasa bekerja keras. Kita akan kerjakan sama-sama,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Komisi Pemenangan Pemilu (KPP) Partai Demokrat Sulsel, Selle KS Dalle menyebutkan, putusan DPP mengusung Prabowo-Sandi itu sudah kewajiban kader untuk memenangkannya. “Setiap kader wajib menjalankan putusan DPP,” katanya.

Dirinya menyebutkan selain memenangkan Pilpres, DPP juga mengamanahkan setiap DPD agar bisa mendapatkan target suara paling sedikit 15 persen. “Kita juga sudah diberikan amanah setiap event politik. Yang pasti kita akan bekerja untuk Pileg dan Pilpres,” ucapnya.

Pakar Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Andi Ali Armunanto, mengatakan, memang seluruh kader partai politik harus bekerja ekstra, selain untuk memenangkan dirinya, caleg juga harus memenangkan usungan partai di Pilpres.

“Caleg diuntungkan dengan adanya pimilihan presiden. Karena masyarakat pastinya lebih melihat partai, calon persiden baru calon legislatif,” jelasnya. (E)


div>