SELASA , 18 DESEMBER 2018

Duet Jilid II Atau Saling Lawan

Reporter:

rakyat-admin

Editor:

Kamis , 14 Agustus 2014 13:09
Duet Jilid II Atau Saling Lawan

Grafis : RakyatSulsel

RAKYATSULSEL.COM, MAKASSAR – Duet bupati dan wakil bupati incumbent dipastikan sulit berlanjut pada pemilukada serentak tahun depan. Penyebab utamanya disinyalir perbedaan warna partai politik dan punya kepentingan yang berbeda-beda.

Dari enam calon bupati incumbent yang akan bertarung lagi, empat diantaranya disebut-sebut saling berhadapan dengan wakilnya. Yakni Arifin Junaidi-Indah Putri Indriyani (Bupati dan Wakil Bupati Luwu Utara), A Idris Syukur-A Anwar Aksa (Bupati dan Wakil Bupati Barru), Syamsuddin Hamid-Abd Rahman Assegaf (Bupati dan Wakil Bupati Pangkep) dan Theofilus Allorerung-Adelheid Sosang (Bupati dan Wakil Bupati Toraja).

Dua cabup incumbent lainnya masih memiliki peluang untuk melanjutkan periode jilid 2 karena masih memiliki hubungan harmonis. Yakni Hatta Rahman-A Hamril Mattotorang (Bupati dan Wakil Bupati Maros) dan Frederik Batti Sorring dan Frederik Buntang Rombelayuk (Bupati dan Wakil Bupati Toraja Utara). Meski harmonis, namun tidak menutup kemungkinan cabup incumbent memilih calon wakil lain dengan mencermati tingkat elektabilitas dan popularitas kandidat demi meraih kemenangan.

Arifin dan Indah yang saat ini menakhodai Luwu Utara merupakan pengurus parpol yang berbeda. Arifin berlatar Partai Golkar sedangkan Indah merupakan elite Partai Gerindra. Rivalitas kedua figur ini terlihat pada Pileg 2014 dalam memenangkan masing-masing partainya demi mengamankan tiket boarding pass di Pilkada Luwu Utara. Hasilnya, Gerindra berada dalam posisi runner up setelah Partai Golkar.

Arifin Junaidi yang dikonfirmasi mengakui jika dirinya saat ini sudah ditawari oleh sejumlah figur untuk berdampingan di pemilukada mendatang. Namun, tawaran itu masih ditimang-timang dengan alasan belum menentukan sikap apakah dirinya akan maju kembali atau tidak.

“Saya tergantung ji keinginan masyarakat untuk maju di pilkada. Yang jelas, hingga saat ini sudah banyak calon mengusulkan diri berpasangan dengan saya,” kata Arifin melalui sambungan telepon, Rabu (13/8) malam tadi.

Sejauh ini, kata Arifin, dirinya masih mencermati apakah masyarakat Luwu Utara masih menginginkan dirinya menjabat bupati dengan berkomunikasi para tokoh masyarakat. “Nanti bulan September saya akan sampaikan ke publik terkait maju tidaknya saya di pilkada,” pungkasnya.

Saling lawan antara Theofilus Allorerung dengan Adelheid Sosang semakin menguat menyusul pernyataan suami Adelheid, Johanis Amping Situru yang melarang paket Teladan Jilid II. Belum diketahui penyebab pecah kongsi kedua figur tersebut.

“Pasangan Teladan (Theofilus-Adelheid) haram hukumnya maju pada pemilukada 2015 mendatang,” tegas JA Situru kepada wartawan pada bulan lalu.

 

Bantah Tak Harmonis

Bupati Barru, Andi Idris Syukur yang dikabarkan tak harmonis dengan wakilnya, Andi Anwar Aksa sontak membantah. Birokrat tulen ini mengklaim komunikasi yang dibangun dengan Andi Anwar Aksa di pemerintahan masih harmonis. ”Sinergi dengan Pak Anwar dan semua aparat pemerintahan di Barru berjalan dengan baik dan harmonis. Jika ada keinginan secara pribadinya Pak Anwar (untuk maju sebagai kandidat bupati) kan haknya. Prinsip saya bekerja dulu,” ujarnya, Rabu (13/8).

Menurutnya, kans pasangan Idaman Jilid II sama sekali belum dibahas apalagi dikomunikasikan dengan parpol. “Saya prinsipnya bekerja dulu, kemarin kan sudah groundbreaking Kereta Api. Jadi kita bekerjami dulu untuk rakyat di sisa-sisa terakhir ini. Jika terkait pilkada nantilah, kami (Idris dan Anwar) punya kekuatan politik masing-masing,” ujar bekas Kepala dinas kehutanan Sulsel ini.

Infromasi yang dihimpun Rakyat Sulsel, kekuatan politik yang dimiliki baik Idris syukur maupun Andi Anwar dinilai berimbang. Idris memiliki kedekatan pada sejumlah ketua parpol ditingkat DPC yang beberapa diantaranya memilki ikatan kekeluargaan. Misalnya Ketua PKS DPC Barru, Andi Zulkifli Muis, yang merupakan adik ipar dari Andi Idris. Selain itu, Idris juga memiliki kedekatan emosional dengan Ketua PPP DPC Barru Andi Wawo Mannojengi serta Ketua DPC PAN Andi Januar Tobo yang merupakan pendukungnya di Pilkada 2010 lalu.

Selain itu, kedekatannya dengan Ketua DPD I Golkar Sulsel Syahrul Yasin Limpo yang ditunjukkan pada dukungan Idris di pilgub lalu.

Modal politik Andi Anwar juga tidak bisa dianggap remeh. Selain ketua Partai Golkar Barru, Anwar juga memiliki hubungan kekeluargaan dengan Ketua DPC Partai Gerindra Barru.

 

Tunggu Realitas Politik

Wakil Bupati Pangkep Abd Rahman Assegaf yang disebut-sebut akan melawan Bupati Syamsuddin Hamid rupanya belum berani menunjukan sikap. Atribut politik yang bergambar dirinya pun tidak disebutkan sebagai calon bupati melainkan hanya tagline Harapan Masyarakat.

Pria berlatar belakang birokrat ini menjelaskan, sampai sekarang pihaknya belum bisa memastikan apakah maju sebagai bupati atau tetap berpasangan dengan Syamsuddin sebagai wakil bupati. “Kita nanti lihat realitas politiknya,” singkatnya.

 

Pendamping Hatta

Sekretaris DPD PAN Maros AS Chaidir Syam masih enggan membahas kans pasangan Hatta Rahman-A Harmil Mattotorang pada periode selanjutnya. Chaidir mengatakan, PAN memiliki aturan main sendiri atau persyaratan yang telah diatur dalam petunjuk organisasi (PO). “Kami dari DPD PAN Maros sampai saat ini masih menunggu petunjuk dari DPW PAN Sulsel untuk membentuk panitia penjaringan bakal calon pada pilkada nantinya yang akan kami usulkan pada tingkat wilayah dan pusat,” katanya, kemarin.

Ia menambahkan, Hatta masih belum mau memikirkan pilkada karena masih ingin menyelesaikan pembangunan infrastruktur dan pemerintahan di Maros. “PAN sangat terbuka buat siapa saja yang ingin mengendarai atau menggunakan PAN pada pilkada 2015 nantinya tetapi PAN memiliki aturan main yang masih kami tunggu,” kata Chaidir yang kembali tepilih di DPRD Maros periode 2014-2019 ini. (upi-sop-ban-edy)


Tag
div>