SENIN , 21 MEI 2018

Dugaan “Kongkalikong” Mencuat Pada Hasil Tes PPI

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Sabtu , 15 September 2012 09:54

RAKYAT SULSEL . LUWU TIMUR – Rekruitment Program Pelatihan Industri (PPI ) PT. Vale Indonesia yang telah memasuki tahapan pengumuman hasil tes tertulis, menuai protes dari beberapa kalangan, termasuk para peserta tes. Pasalnya, diduga hasil tes tersebut tidak transparan dan sarat akan kepentingan pihak tertentu.

Protes beberapa kalangan ini menyeruak, karena hasil tes para peserta sama sekali tidak di publikasikan ke umum. Parahnya, hasil tes beredar sama sekali tanpa sepengetahuan pihak terkait. Hasil tes di peroleh dari seseorang yang merupakan salah satu staf DPRD Lutim.

“Ada apa ini?, kenapa hasil tes tidak diberikan kepada kami? padahal itu hak kami untuk mengetahuinya. Kalau memang dikatakan itu sudah transparan, dimana wujud transparannya?,” ujar Ris, salah seorang warga yang juga mengikuti tes PPI tersebut.

Ris menambahkan, dalam penilaian tersebut, harusnya pihak terkait juga melibatkan pemerintah desa setempat. Namun itu sebaliknya, seluruh pihak yang dihadirkan saat penilaian hasil tes tersebut tidak menutup kemungkinan memiliki kepentingan.

“Contohnya saja tokoh adat. Nah sekarang pertanyaannya atas dasar apa sehingga tokoh adat juga dilibatkan dalam penilaian tersebut?. Ini sama sekali tidak nyambung. Yang jelasnya, penilaian hasil tes ini bermasalah dan sarat permainan,” tambahnya.

Sebaliknya, Beberapa pihak terkait seperti Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) dan Pemerintah Kecamatan mengatakan, proses penilaian hasil tersebut telah memenuhi persyaratan dan melibatkan semua pihak.

“Kalau dikatakan tidak transparan, itu keliru. Kami melibatkan semua pihak terkait seperti DPR, Kepolisian dan Tokoh adat dalam penilaian hasil tes tersebut,” kata Camat Malili, Noviya Syahriani, pada Rakyat Sulsel, baru-baru ini.

Ketika ditanya perihal hasil tes yang tidak dipublikasikan, Noviya mengatakan, hasil tes tersebut tidak ada dan bukan wewenang kecamatan untuk mempubikasikannya. Seakan ingin lempar tanggung jawab, Noviya malah mengatakan proses hasil tes hingga pengumuman itu merupakan wewenang Disnakertransos.

Sementara itu, Kadis Nakertransos, Budiman, saat dihubungi mengatakan, pihaknya tidak tahu menahu tentang pengumuman tersebut. “Saya tidah tahu tentang masalah tersebut. Hanya saja kalau memang peserta tidak puas akan hasilnya, silakan di pertanyakan,” tandas Budiman.

Terpisah, Kepala Desa Balantang, Syahrir, menyayangkan ketidakterlibatan unsur desa pada proses penilaian tersebut. Menurut Syahrir, apapun hasil dari penilaian tes tersebut, keluhan masyarakat pasti larinya akan ke pemerintah desa.

“Nah, apa yang mau kita jawab ketika warga mempertanyakan hasil tes mereka? sementara dilain sisi kita tidak di libatkan,” tutup Syahrir. (k17/dj/D)


Tag
div>