SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Dugaan Korupsi Bibit Bawang, Pejabat Brebes Diperiksa

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 27 April 2017 11:07
Dugaan Korupsi Bibit Bawang, Pejabat Brebes Diperiksa

ilustrasi

RAKYATSULSEL.COM – Suddit Tipikor Ditreskrimsus Polda Jateng mendalami dugaan korupsi pengadaan bibit bawang di kabupaten Brebes. Polisi melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak terkait kasus tersebut di Mapolres Brebes, kemarin (26/4).

Informasi yang dihimpun, di hari kedua, tim Polda melakukan pemeriksaan terhadap beberapa pejabat terkait pengadaan bantuan bawang merah di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemkab Brebes. Proses pemeriksaan dilaksanakan di ruang Unit III Tipikor Reskrim Polres Brebes.

Kasus dugaan korupsi pengadaan bantuan bibit bawang merah itu kini sudah masuk tahap penyidikan polisi. Dalam kasusnya, diduga telah terjadi penyelewengan bantuan. Petani yang semestinya menerima bantuan dalam bentuk barang, tetapi dalam pelaksanaannya sebagian petani justru menerima uang.

Sejumlah petani penerima bantuan bibit yang menerima dalam bentuk uang itu tersebar di Kecamatan Brebes, Wanasari, dan sebagian Kecamatan Jatibarang. Hingga berita ini ditulis, proses pemeriksaan masih dilaksanakan penyidik Polda Jateng.

Kasat Reskrim Polres Brebes AKP Arwansa saat dikonfirmasi membenarkan bahwa saat ini tengah berlangsung proses pemeriksaan terhadap kasus dugaan korupsi pengadaan bantuan bibit tersebut. Namun, kasus itu ditangani langsung Polda Jateng. Pihaknya hanya memberikan fasilitas tempat untuk proses pemeriksaan.

”Kalau kita hanya menyediakan tempat saja, tapi yang melakukan pemeriksaan adalah tim dari Polda Jateng,” ujarnya.

Menanggapi itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Brebes Emastoni Ezam mengaku menyayangkan atas dugaan korupsi yang dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN). Sebab, pengadaan bantuan bibit bawang merah itu diperuntukan bagi para petani. Karena itu, pemerintah akan menyerahkan kasus tersebut kepihak yang berwajib.

”Apalagi jika ada anggota ASN yang terbukti terlibat, kita sangat menyayangkannya,” katanya saat dimintai keterangan mengenai kasus tersebut.

Informasi yang dihimpun Radar Tegal (Jawa Pos Group), dari Bagian Layanan Pengadaan Setda Brebes, pengadaan bibit bawang merah itu dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2016. Saat lelang pengandaa bibit itu diikuti 50 lebih Comanditer Virma (CV) dan Peseroan Terbatas (PT).

Hanya saja, dari jumlah tersebut hanya ada sembilan CV dan PT yang memasukan penawaran.
Kesembilan CV dan PT yang memasukan penawaran yakni,  CV Annisa Putri, CV Jasmin, CV Bina Karya Lestari, CV Mitra Setia Abadi, CV Reaction, CV Seruni, PT Jumindo Indah Perkasa, PT Les Indo Bersinar, dan PT Grafic Senindo Pratama.

Pengadaan tersebut diumumkan pada 30 September 2016. Sedangkan untuk pemberian penjelasan (tentang paket) antara penyedia dan Kelompok Kerja (Pokja) pada 4 Oktober 2016. Untuk upload dokumen penawaran dilakukan 5-11 Oktober 2016. Pembukaan penawaran dilakukan 11 Oktober.

Kemudian evaluasi dilakukan pada hari yang sama hingga 24 Oktober.
Sementara, penetapan dan pengumuman pemenang dilakukan pada 24 Oktober 2016 dan masa sanggah 25-31 Oktober. Sedangkan Surat Penunjukan Penyediaan Barang atau Jasa (SPPBJ) dilakukan pada 1 November dan penandatanganan kontrak 2-11 November 2016.


div>