SELASA , 16 JANUARI 2018

Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan, Ketua HMI Pangkep Dilapor ke Polisi

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Jumat , 30 Januari 2015 18:25

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pangkep, Nasruddin, dilaporkan ke polisi atas dugaan pemalsuan tanda tangan dalam laporan pertanggungjawaban (Lpj) Konferensi Cabang (Konfercab) III yang digelar tahun 2014 lalu.

Adalah bekas Sekretaris Umum (Sekum) HMI Cabang Pangkep, Lukman Rajab yang merasa tandatangannya dipalsukan. Ia turut memboyong Kasmin Jailani, pimpinan sidang konfercab III yang juga mengaku tandatangan dipalsukan oleh Steering Committee (SC) Konfercab III.

“Karena hingga kini pemalsuan tandatangan ini tak ada penyelesaian secara internal organisasi, maka kami menempuh jalur hukum sebagai alternatif penyelesaian. Pada tanggal 27 januari kami telah melapor kasus ini ke Polres Pangkep. Hingga tadi malam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) baru selesai. Bukti yang kami bawa yaitu, semua dokumen dimana tandatangan kami dipalsukan. Kami percaya kepolisian bisa menyelesaikan kasus ini secara profesional,” kata Lukman dalam press rilis yang diterima Rakyat Sulsel, Jumat (30/1).

Atas tindakannya ini, Lukman mengaku siap mendapatkan sanksi bila Pengurus Besar (PB) HMI menilai tindakannya mencemarkan nama baik organisasi.

“Kepada pengurus Badan Koordinasi (BADKO) HMI Sulselbar dan juga seluruh kader HMI Cabang Pangkep, saya pertaruhkan keanggotaan saya di HMI dan saya siap dipolisikan balik jika saat ini nama-nama yang bertanda tangan atas nama komisariat Akbid Aisyah dan Komisariat Akbid Mayapada adalah manusia yang nyata atau bukan nama yang dikarang-karang (fiktif), serta ada komisariatnya saat Konfercab III digelar. Hingga saat ini di kedua kampus akbid tersebut belum ada komisariat HMI,” tambahnya.

Dia juga membantah, laporannya ke polisi ditunggangi pihak yang kalah dalam konfercab. Laporannya murni karena telah terjadi tindakan pidana sesuai sesuai Pasal 263 ayat (1) KUHP tentang tindak pidana pemalsuan surat dengan ancaman hukuman 6 tahun.

“Mengenai pernyataan seorang SC bahwa saya menggugat pemalsuan tandatangan saya karena ada pihak-pihak yang kalah sehingga saya menggugat. Itu tidak benar! Kita dikader dalam HMI bukan untuk mencari kambing hitam demi menutupi kesalahan. Saya tidak pernah dilibatkan dalam penyusunan hasil-hasil sidang tersebut, kalau saya dilibatkan maka otomatis saya juga bertandatangan. Lagi-lagi saya mau mempertegas bahwa ini bukan soal kalah ataupun menang! Saya ini bukan kandidat dalam konferensi,” imbuhnya.


Tag
  • HMI Pangkep
  •  
    div>