SELASA , 12 DESEMBER 2017

Dugaan Pungli di BPN Pangkep, Warga Diminta Bayar Rp 5 Juta

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 18 Oktober 2017 13:00
Dugaan Pungli di BPN Pangkep, Warga Diminta Bayar Rp 5 Juta

Seorang ibu berinisial HH saat memperlihatkan bukti pembayaran pengurusan sertifikat tanah miliknya, di kantor BPN Pangkep, Rabu (18/10). Foto: Atho/RakyatSulsel

PANGKEP, RAKYATSULSEL.COM – Dugaan pungutan liar (Pungli) kembali terjadi. Itu terlihat dilingkup Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pangkep.

Seorang ibu rumah tangga berinisisal HH (30) warga Kampung Bulu bulu, Kelurahan Anrong Appaka, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, mengaku jika dirinta dibebankan biaya hingga Rp 5 juta agar pengurusan serttifikat tanah lahan tambak miliknya cepat selesai.

“Sudah tujuh bulan pak, saat itu saya mau urus sertifikat tanah empang. Tapi, pas saya tiba kantor BPN ada orang yang mengaku pegawai BPN menghampiri saya untuk membantu mengurus,” ujarnya saat ditemui di kantor BPN, Rabu (18/10),.

HH juga mengaku jika oknum pegawai BPN Pangkep tersebut meminta uang sejumlah senilai Rp 5 juta, dengan dalih mempermudah penerbitan sertifikat tanah. Namun, sayang hingga tujuh bulan berselang sertifikat tanah yang dijanjikan tidak kunjung terbit.

“Belum ada sampai saat ini pak. Makanya, saya datang kesini tapi, malah saya dapat penyampaian dari pihak BPN, berkas saya tidak terdaftar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPN Pangkep yang hendak dikonfirmasi terkait dugaan pungli tersebut belum bisa ditemui, lantaran sedang mengikuti rapat.

Sementara salah seorang staf pegawai BPN Pangkep, Wawan yang berhasil ditemui, membenarkan jika oknum yang diduga melakukan pungli tersebut salah satu pegawai di BPN Pangkep.


div>