SENIN , 22 OKTOBER 2018

Duh, Diduga Ada Pungli di Puskesmas Sulili

Reporter:

Editor:

Lukman

Selasa , 19 September 2017 18:15
Duh, Diduga Ada Pungli di Puskesmas Sulili

Puskesmas Sulili, Kecamatan Paleteang, Kab Pinrang.

PINRANG, RAKYATSULSEL.COM – Puskesmas Sulili yang hingga kini selalu mendapat penghargaan di tingkat Kabupaten maupun provinsi dengan berbagai inovasi yang dilakukan, ternyata hanyalah isapan jempol belaka.

Puskesmas yang terletak di Kecamatan Paleteang ini ternyata masih dikeluhkan warga dengan adanya pungutan yang tinggi oleh pihak Puskesmas. Hal ini terkait dengan biaya pungutan yang dibebankan kepada pasien yang mengunjungi puskesmas tersebut.

La Buse, warga Palia, Kelurahan Macinnae yang hendak mengambil Surat Keterangan Berbadan Sehat (SKBS) menyebutkan tingginya biaya pengobatan yang harus dibayar. Ia bahkan mencium adanya dugaan pungutan liar di Puskesmas itu yang tidak sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 14/2014 Tentang Standar Biaya Pelayanan Umum Daerah.

Menurut La Buse, selain biaya pemeriksaan Rp 20 ribu, ia juga harus membayar biaya administrasi Rp 5 ribu dan biaya layanan dokter sebesar Rp 20 ribu. Padahal, dalam lembaran rincian biaya yang ditunjukkan petugas puskesmas itu, tidak satupun tercantum biaya layanan dokter.

“Ini baru saya yang tahu kalau ternyata ada biaya layanan dokter. Jika ini juga dikenakan kepada pasien lainnya, tentu akan besar nilai pungutan yang diambil,” katanya, Selasa (19/9).

Karenanya, Ia menduga, biaya tersebut merupakan pungutan liar. Apalagi, katanya, hanya selembar SKBS harus membayar Rp 45 ribu, itupun tidak sepenuhnya ia diperiksa oleh dokter.

Petugas Puskesmas yang dimintai keterangannya hanya berkelit bahwa itu sudah sesuai Perbup. Terkecuali, katanya, pasien BPJS tidak dikenakan biaya.

Petugas yang enggan menyebut namanya tersebut juga mengatakan, usai mendaftar di loket, pasien langsung diarahkan ke kamar obat untuk membayar administrasinya. Menurutnya, ini untuk menghindari banyaknya pasien yang biasa lupa membayar setelah diperiksa. (*)


div>