SELASA , 20 NOVEMBER 2018

Dukung Gerakan Bebas Narkoba, Clarion Tes Urine Karyawan

Reporter:

Editor:

hur

Rabu , 16 September 2015 16:21

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Demi mewujudkan program Makassar bebas narkoba, Grand Clarion Hotel (GCH) bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulsel melakukan tes urine kepada 150 karyawan GCH yang bertempat di D’Liquid, Rabu (16/9).

General Manager GCH, Anggiat Sinaga mengatakan, hal tersebut dilakukan GCH demi mewujudkan komitmen bebas narkoba di lingkungan perhotelan. “Sebelum memasuki fase itu, kita harus bersih-bersih diri dulu, ya salah satunya dengan cara seperti ini,” tegas Anggiat.

Tes urine tersebut, kata dia, rencananya akan dilakukan tiga tahap. Tahap pertama dilakukan tes pada 150 karyawan dari 478 karyawan GCH yang ada. Selanjutnya, tahap kedua akan dilakukan pada awal bulan Oktober mendatang.

Tes urin, menurut Anggiat, bersifatnya dadakan. “Satu hari sebelum hari H kita sudah umumkan, jadi bukan jauh hari sebelumnya,” ujarnya.

Lanjut Anggiat, apabila ada karyawan yang positif mengonsumsi narkoba, maka akan langsung di PHK tanpa alasan apapaun. “Kalau karyawan ternyata positif narkoba, mereka harus tanggung konsekuensi tersendiri yakni di PHK. Hal tersebut juga sesuai dengan yang ada pada surat pernyataan mereka sebelumnya. Itu sudah menjadi komitmen dasar kita,” tegasnya.

Pihaknya berharap agar langkah konkrit tersebut menjadi hal yg positif yang bisa dilihat oleh publik, sekaligus membantu gerakan pemerintah untuk mengurangi efek konsumsi narkoba.

Senada, Kepala bidang pemberantasan BNNP Sulsel, Rosna Tombo mengatakan, pihak BNNP sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Hotel clarion. “Dimulai dari Hotel Clarion, semoga pihak hotel lain bisa mencontoh kegiatan ini,” terangnya.

Pihaknya juga berterima kasih kepada managemen GCH yang telah memberikan himbauan-himbauan dan propaganda berupa running tag dan spanduk-spanduk tentang bahaya penyalahgunaan narkoba di seluruh sisi hotel. “Bahkan room karaoke juga sudah dipasangi atribut-atribut anti narkoba,” ujarnya.

Terlebih lagi, lanjut Rosna Tombo, jika ternyata ada yg terbukti menggunakan narkoba, maka yang bersangkutan akan dilakukan assesmen untuk selanjutnya direhabilitasi, apakah rawat inap atau rawat jalan, tergantung tingkat kecanduannya.

“Kami juga apresiasi managemen GCH bahwa staf yg menggunakan narkoba akan langsung di PHK. Kami juga akan welcome pada pihak hotel yang berminat untuk melakukan hal yang sama, seperti yang dilakukan GCH hari ini,” tandasnya.


Tag
  • narkoba
  •  
    div>