SELASA , 12 DESEMBER 2017

Dukung IYL-Cakka, Keputusan DPP Demokrat Dinilai Tepat

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Senin , 06 November 2017 17:51
Dukung IYL-Cakka, Keputusan DPP Demokrat Dinilai Tepat

Doc.RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemberian surat tugas Partai Demokrat kepada pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) maju di Pilgub Sulsel 2018 mendatang dinilai sudah tepat.

Meski keputusan itu masih ada saja yang memprotesnya, namun Wakil Ketua Umum DPP Syarief Hasan sudah menegaskan jika Surat Tugas itu merupakan putusan dan persetujuan Majelis Tinggi DPP.

Pengamat politik dari Universitas Hasanuddin, Adi Suryadi Culla menilai, surat tugas yang ditekeng langsung oleh Sekjen DPP Demokrat, Hinca Pandjaitan diyakini telah melalui pertimbangan yang matang. Sehingga, apapun yang diputuskan Demokrat hari ini adalah langkah untuk memenangkan pertarungan Pilgub Sulsel.

“Kalau posisi Sekretaris itu kan tidak akan mungkin mengambil keputusan kalau tidak melalui koordinasi dengan Ketua Umum (Susilo Bambang Yudhoyono).
Menurut saya, tidak akan berani dia, karena bagaimanapun kan posisinya Sekretaris itu kan menyuarakan suara partai yang bukan kepentingan politik individunya,” kata Adi Suryadi Culla saat dikonfirmasi, Minggu (4/11/2017).

Olehnya, hal yang dilakukan Ichsan, menurut Adi,  harus memenuhi ketentuan yang tercantum dalam surat tugas itu. Yakni mencukupkan koalisi partai pengusung, dan jika perlu harus menambah kursi partai pengusung.

Kendati demikian, dia tetap menyarankan ke pasangan yang menggunakan tagline “Punggawa Macakka” untuk mempertahankan posisi hasil survei yang ada saat itu. Termasuk memperkuat sosialisasi kepada pemilih di Sulsel.

“Karena salah satu persyaratan kan itu adalah elektabilitas, karena harus terekam dengan baik dan perlu makin baik lah,” ucapnya.

Akan tetapi, hal yang tidak kala penting dilakukan Ichsan adalah membangun komunikasi dengan jaringan Demokrat disemua tingkatan, khususnya ke DPP partai.

Menurut Adi, saat ini sangat mudah dukungan partai berubah, karena ada beberapa goncangan yang sangat kuat.
Apalagi, posisi Ichsan yang merasa bahwa ada kelompok yang mencoba menjegal dirinya  untuk tidak masuk dalam arena pertarungan.

“Itu kan dialami kandidat lain yah, saling berebut. Ini waktunya partai-partai menjadi rebutan. Sehingga partai itu, seperti kasus yang dialami PAN yang akhirnya rekomendasinya ganda. Itu kan harus dijaga dan diantisipasi. Artinya pak Ichsan bagaimana pun punya kewajiban untuk melakukan komunikasi politik yang intensif dengan partai Demokrat,” tandasnya. (*)


div>