RABU , 14 NOVEMBER 2018

Dukungan DIAmi “Dimata-matai” Parpol Appi

Reporter:

Alief - Iskanto

Editor:

asharabdullah

Senin , 11 Desember 2017 13:21
Dukungan DIAmi “Dimata-matai” Parpol Appi

Dok. RakyatSulsel

– 130.649 Berkas Masuk Tahap Verifikasi Faktual

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Satu-satunya kandidat yang maju di jalur perseorangan pada Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto – Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi), dinyatakan lolos verifikasi administrasi. Selanjutnya, berkas dukungan DIAmi akan memasuki tahap verifikasi faktual.

Setelah dilakukan verifikasi kesesuaian data pendukung dengan DPT dan/atau DP4 dan kegandaan dukungan pasangan calon perseorangan, sebanyak 130.649 data dukungan dinyatakan lolos dari 139.461 berkas dukungan yang telah di verifikasi awal oleh KPU Makassar. Sementara, sebanyak 8.812 data dukungan dinyatakan tidak memenuhi syarat.

“Alhamdulillah kami telah menyelesaikan sesuai dengan jadwal yang ditentukan. KPU Makassar telah menyerahkan hasil verifikasi administrasi dukungan paslon balon Wali Kota Makassar, Danny-Indira, untuk selanjutnya dilakukan verifikasi faktual,” terang Komisioner KPU Makassar Abdullah Mansyur, akhir pekan lalu.

Sementara, Ketua Tim Paslon DIAmi, Abdul Haris Awi, menyampaikan terima kasihnya kepada KPU Makassar sebagai penyelenggara yang telah bekerja dengan sungguh-sungguh mengawal suara rakyat ini

“Kami mewakili DIAmi menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah bersama-sama mengawal suara rakyat ini, sehingga proses verifikasi administrasi ini bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.

Terpisah, politisi Partai Demokrat, Abdi Asmara, meyakini KPU sebagai penyelenggara perhelatan pesta demokrasi lima tahunan senantiasa mengedepankan profesionalisme kerja.

“Walaupun ini sudah masuk ranah politik, kita percaya KPU bersikap profesional, melaksanakan segala tahapan sesuai aturan, dan menjaga netralitas demi suksesnya Pilkada Makassar ini,” katanya.

Menurut Ketua Komisi A DPRD Makassar tersebut, tahapan jalur perseorangan (independen) di Pilwalkot Makassar akan memasuki proses verifikasi faktual bagi pasangan DIAmi. Olehnya itu, semua pihak wajib memberi kepercayaan penuh kepada KPU, Bawaslu dan Panwas, untuk menyelenggarakan proses pilkada itu sesuai dengan tugas dan fungsinya.

“Kita sangat memahami, siapapun berhak mengeluarkan pendapatnya. Tapi sekali lagi, biarkan penyelenggara pilkada tersebut bekerja tenang menjalankan semua mekanismenya sesuai dengan regulasi yang tepat,” kata Abdi merujuk pada maraknya tudingan saling begal.

Abdi juga menyayangkan munculnya asumsi-asumsi yang tidak berdasar, termasuk tudingan sesat begal KTP yang dialamatkan kepada paslon DIAmi.

“Semua kan punya schedule, kalau sudah masuk pada verifikasi faktual, siapapun itu harus menghargai tugas panwas. Jangan belum saatnya dan tidak ada bukti ril, lalu sudah menuding yang tidak-tidak, begal KTP lah, pengerahan ASN-lah,” pungkasnya.

Asumsi menyesatkan yang dimaksud, karena tak sekalipun mendengar ada masyarakat yang komplain hanya karena telah mendukung DIAmi untuk maju lewat jalur perseorangan.

“Dan kami percaya KPU pasti tidak sembarang bertindak, kan sudah jelas juga ada tertera tanda tangan dukungan, masa mau dimanipulasi hal demikian,” lanjutnya.

Dia pun mengajak semua pihak berpikir positif, mengedepankan kedewasaan berpolitik dan menghindari saling fitnah dan provokasi. “Sebab pilkada adalah pesta rakyat, jadi mari kita berpesta dengan santun, sipakatau, sipakalabbi, itulah demokrasi yang sehat,” terangnya.

Senada, politisi PAN Makassar, Hamzah Hamid, “mencium” ada agenda yang terorganisir terus berupaya menjegal DP untuk masuk ke panggung pilwalkot.

“Kita (PAN) bersama rakyat akan mengawal penuh incumbent hingga ke kotak suara nanti. Jadi jangan menghalang-halangi suara rakyat kepada pemimpinnya,” tegas Hamzah.

Verifikasi faktual dukungan DIAmi, juga akan dikawal empat parpol pendukung lawan petahana tersebut, Munafri Arifuddin – Andi Rachmatika Dewi (Appi – Cicu). Hal itu ditegaskan lewat konfrensi pers bertajuk ‘Appi untuk Pilwali Bersih’ yang digelar di Hotel Grand Clarion, Jalan AP Pettarani, Makassar, Minggu (10/12) kemarin.

Hadir dalam konfrensi pers tersebut, Rahman Pina (Golkar), Syamsuddin Kadir (Golkar), Busranuddin Baso Tika (PPP), Supratman (NasDem), Ari Ashari Ilham (NasDem), Azhar (Hanura), Yusran (Tim Hukum), Ical Marella (Ketua Tim Sementara Appi).

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Makassar, Busranuddin Baso Tika, mengungkapkan, keempat parpol ini akan membentuk tim khusus dalam memproses pengawasan verifikasi faktual oleh KPU.

“Ini sangat penting, karena kita ingin mendapat wali kota yang bersih. Kami tidak mau, kalau proses kita ini dilakukan dengan cara-cara yang kotor. Kalau sumbernya sudah kotor, tentu hasilnya nanti juga kotor. Kita tidak mau kalau seperti itu,” ungkap BBT, – sapaan akrab Busranuddin Baso Tika.

Dia berjanji, akan menurunkan tim yang akan mengawal pihak KPU yang ditugaskan kepada PPK dan PPS selaku tim verifikator, hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. Ia pun meminta kepada KPU, agar pihak pemerintah kelurahan dan kecamatan, untuk tidak menjadikan kantornya sebagai ruang kerja PPK dan PPS.

“Anggaran pilkada ada. Saya harap KPU bisa mengontrak kantor sementara untuk PPS dan PPK bekerja. Bukan menjadikan kantor kecamatan sebagai kantor,” terangnya.

Bendahara DPD II Golkar Makassar, Rahman Pina, menambahkan, pihaknya akan melibatkan kader-kader partainya untuk bekerja membantu KPU dalam rangka pengawalan dan pengawasan verifikasi faktual. Bahkan timnya juga akan dimodali dengan identitas khusus, guna memudahkan pihaknya bekerja.

“Ini kami lakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses verifikasi faktual itu berjalan dengan baik. Kita tidak ingin ada KTP dukungan yang disalahgunakan, atau tidak sesuai dengan peruntukkannya,” papar Rahman Pina.

Dok. RakyatSulsel

Diketahui, selain DIAmi, ada sembilan kandidat yang maju jalur perseorangan lainnya di pilkada serentak, dinyatakan lolos verifikasi administrasi. Mereka adalah Rizalul Umar – Andi Mappamadeng Dewang (Bone), Faisal Hamid – Darwis (Bone), A Ikhsan Hamid – Resky Jabir (Sidrap), Soalihin – Muh Nasiyanto (Sidrap).

Selanjutnya, Hamka Mahmud – Ahsan (Pinrang), Andi Baso Fahrir – Alam Sahruddin Hanafi (Bantaeng), Muh Alwi -Nurdin Halim (Bantaeng), Baharuddin Baso Jaya – Isnaad Ibrahim (Jeneponto), dan Buya Andi Iksan – Andi Togellangi (Palopo).

“Kami serahkan sepenuhnya kepada KPU, apa-apa yang akan mereka lakukan. Kita maju ini benar-benar murni dukungan dari masyarakat,” kata bakal calon Wali Kota Palopo, Buya Andi Iksan, Minggu (10/12).

Ia berharap, kandidat kepala daerah maupun penyelenggara saling mempercayai satu sama lain. “Insyaallah, dengan saling mempercayai, kita menginginkan demokrasi yang baik dan kami tidak ingin berburuk sangka,” ucapnya.

Senada dikatakan juru bicara A Ikhsan Hamid – Resky Jabir, Rusli Kaseng. Pihaknya juga menyerahkan sepenuhnya kepada KPU, termasuk dalam mengantisipasi pembegalan dukungan. “Kita serahkan sepenuhnya kepada penyelenggara. Kalau mengantisipasi itu, KPU pastinya akan melakukan sesuai dengan mekanisme yang telah ditentukan,” ujarnya. (*)


div>