SABTU , 26 MEI 2018

Dulang Kesuksesan di Kota Daeng

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Sabtu , 20 Mei 2017 12:02
Dulang Kesuksesan di Kota Daeng

REZA RIYALDI/RAKYATSULSEL/C PERLIHATKAN KULINER. dr Hastuti Sudirman saat memperlihatkan kuliner paru rica.

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – Hastuti Sudirman lahir di Papua Barat 28 tahun lalu. Perempuan berlatar belakang dokter tersebut kini sukses di Kota Daeng (Makassar).

Hastuti Sudirman sukses menjadikan paru rica yang sebelumnya hanya bahan campuran coto Makassar menjadi makanan super pedas.

Sejak kecil ia memang mempunyai hobi memasak dan berbisnis. Setelah lulus sekolah dasar (SD) di Papua Barat, dirinya pun berangkat menuju Makassar untuk melanjutkan studinya dijenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Usai menyelesaikan jenjang SMA-nya, dirinya pun melanjutkan pendidikannya di bangku kuliah dengan mendaftar di Universitas Hasanuddin Fakultas Kedokteran.

Pada tahun 2014, Hastuti pun lulus di Fakultas Kedokteran, Unhas Makassar dan mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran.

Setelah lulus dari pendidikannya, ia mencoba melanjutkan karirnya dengan membuka usaha kuliner yakni, paru rica khas oleh-oleh Kota Makassar.

“Kedatanganku disini (MAkassar) untuk mencoba melanjutkan pendidikan sekaligus mencoba warisan dari kedua orang tuaku (membuka usaha kuliner),” kata Uthe,–sapaan akrab Hastuti Sudirman.

Ia menjelaskan, ide ini awalnya dari kegemaran sang dokter menyantap makanan pedas dan daging paru goreng. Ia kemudian membuat paru rica, yang belakangan ternyata banyak peminatnya. Ia pun memasarkannya.

[NEXT-RASUL]

“Saya suka yang pedas. Disamping itu juga, mengambil menu paru ini karena senang dengan paru goreng. Apalagi sensasinya pengen nambah lagi,” bebernya.

Ia mengungkapkan, bahwa usahanya ini sempat vakum lantaran kekurangan sumber daya manusia. “Pernah vakum beberapa tahun, tapi sekarang sudah ada jasa antar atau kurir, jadi sudah aman,” jelasnya.

Waktu terus berputar, tak terasa usaha yang dirintis oleh Hastuti ini terkenal sampai seluruh Indonesia. “Alhamdulillah, usaha saya sudah sampai seluruh Indonesia karena berkat customernya yang membawanya kemana-mana,” terangnya.

Dirintis sejak 2008, paru rica komitmen mempertahankan kualitas dan layanan servis mumpuni bagi pelanggannya. Ini memang cara Uthe agar kulinernya tetap melekat di lidah maupun di hati masyarakat pecinta kuliner.

Hastuti menjelaskan menu paru rica dihadirkannya dalam tiga tingkat kepedasan, masing-masing paru rica level satu dengan rasa pedas standar, level dua rasa pedasnya sedang, dan level tiga pedasnya “tingkat dewa” atau pedas sekali.

Ia menambahkan, selain tingkat pedas, ada beberapa varian cara racikan seperti paru goreng rica-rica, paru goreng manis, paru goreng rica manis, paru goreng rica hijau, paru goreng rica rempah, paru barbeque, dan paru blackpepper.

[NEXT-RASUL]

Usahanya pun tak hanya menggunakan jasa offline, namun juga menggunakan jasa online agar cepat dan bisa mengatur waktu. Ia mengaku, sehari usahanya ini bisa laku hingga 200 toples.

“Untuk per toples itu Rp60 ribu untuk ukuran kecil, ukuran sedang Rp110 ribu. Sedangkan ukuran besar dibanderol seharga Rp120 ribu,” tandasnya.

Setiap hari, ia menyediakan stok daging hingga 80 kilo. “Jadi saya menjalin kerjasama dengan suplayer lokal untuk stok dagingnya. Jadi bahannya aman dan masih segar,” ucapnya.

Ia juga mengaku saat merintis usaha paru ricanya, ia mengeluarkan biaya Rp 2 juta. “Sekarang bisa meraup untung hingga paling sedikit Rp 60 juta per bulannya,” papar Hastuti.

Adapun cara yang dilakukan Hastuti untuk mengenalkan usahanya ini ditembuh berbagai cara, seperti lewat online melalui akun Line: @uthiesfood.

Merintis usaha secara mandiri, tentu memiliki suka duka. “Suka duka pasti ada. Dukanya, ketika bahan bakunya (paru) harus dikirim dari luar Makassar seperti Kupang karena ketersediaan paru di Makassar terbatas. Bukan itu saja, dukanya juga adalah kurangnya tenaga produksi di dapur,” imbuhnya.

Adapun sukanya, tentu saja produksinya yang sudah “go nasional” dan dipesan pelanggan dari daerah lain di luar Makassar. (D)


div>