KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Dulu Sering Berlawanan, Demokrat Gowa Kini “Pasang Badan” di Ichsan YL-Cakka

Reporter:

Editor:

Lukman

Jumat , 06 April 2018 19:25
Dulu Sering Berlawanan, Demokrat Gowa Kini “Pasang Badan” di Ichsan YL-Cakka

Calon Wakil Gubernur Sulsel Andi Mudzakkar saat menggelar kampanye di Lapangan Pangngawarang, Kelurahan Lauwa, Kecamatan Biring Bulu, Kabupaten Gowa, Jumat (06/04) sore.

GOWA, RAKYATSULSEL.COM – Partai Demokrat Gowa boleh saja di beberapa momentum politik selalu berseberangan dengan Ichsan Yasin Limpo. Tapi untuk Pilgub Sulsel, partai yang pernah dipimpin Andi Maddusila kini pasang badan untuk pasangan nomor urut 4.

Ketua DPC Partai Demokrat Gowa, Ari Reza Ali, menyatakan, seluruh kader partai berlambang mercy itu harus all out memenangkan pasangan Ichsan YL-Andi Mudzakkar.

“Ini adalah instruksi partai. Kemenangan IYL- Cakka adalah harga mati bagi Demokrat,” kata Ari Reza Ali saat menyampaikan testimonya di Lapangan Pangngawarang, Kelurahan Lauwa, Kecamatan Biring Bulu, Kabupaten Gowa, Jumat (06/04) sore.

Komitmen Ari Reza Ali itu ditunjukkan dengan mendampingi Andi Mudzakkar saat silaturahmi dan pertemuan tokoh di Kabupaten Gowa hari ini.

Putra mantan anggota DPR RI, Reza Ali itu juga mengajak kepada partai pengusung seperti Berkarya dan Perindo untuk bersama- sama dan total di barisan IYL- Cakka.

“Lupakan perbedaan partai. Kemenangan IYL- Cakka adalah prioritas kita saat ini,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Cakka menyampaikan terimakasih atas dukungan tersebut. Dia mengaku bangga dengan komitmen masyarakat Gowa untuk mendukung pasangan No 4.

Menurut Cakka dirinya dan IYL punya pengalaman menjadi bupati di Gowa dan Luwu selama dua periode. Bekal pengalaman inilah yang akan digunakan untuk memimpin Sulsel jika masyarakat menginginkan.

“Pak gubernur SYL, berhasil membangun Sulsel. Berbekal pengalaman saya dan IYL siap melanjutkan program Komandan,” kata Cakka.

Di hadapan ribuan masyarakat, Cakka mengungkap kandidat lainnya menjanjikan sesuatu yang bukan kewenangan.

“Saya bersyukur pernah jadi bupati. Tahu yang mana kewenangan gubernur dan bupati. Kandidat lain menjanjikan sesuatu yang tidak masuk akal,” pungkasnya. (**)


div>