MINGGU , 23 SEPTEMBER 2018

Edar Narkoba Mantan Polisi Ditembak

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 01 Maret 2017 11:33
Edar Narkoba Mantan Polisi Ditembak

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani. foto: jpg

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Anggota Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Sulsel meringkus seorang mantan anggota polisi Roy Candra (36), di Hotel Whizz Prime, akhir pekan lalu. Mantan anggota Polri yang disersi sejak 2016 lalu itu terlibat kasus peredaran narkoba.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani mengatakan, saat ditangkap, Roy bersama teman wanitanya, Sherly Manawan (32) yang berstatus janda.

Setelah berhasil meringkus Roy, pihaknya langsung melakukan pengembangan dan berhasil meringkus Syamsul Sija (43), di Jl Kerung-Kerung Makassar.

“Syamsul ditangkap lantaran berperan sebagai pemasok narkoba untuk Roy sebanyak 50 gram,” ujar Dicky diberitakan Rakyat Sulsel, Rabu (1/3).

Dari keduanya, polisi kemudian melakukan pengembangan dan berhasil meringkus Aldi yang diketahui berperan sebagai kurir. Namun, dalam perjalanan menuju lokasi persembunyian Aldi di Barombong, Kabupaten Gowa, Roy dan Syamsul berusaha melarikan diri sehingga keduanya dilumpuhkan dengan cara ditembak pada bagian betis.

“Barang haram itu berasal dari MJ yang kini masih DPO, melalui AL dan diserahkan oleh Syamsul. Kemudian, diterima oleh Roy. Pelaku langsung membawa sabu tersebut ke hotel bersama teman wanitanya,” jelas Dicky.

Dicky mengatakan, Roy merupakan mantan anggota Sabhara Polres Gowa yang sudah lama melakoni perdagangan barang haram itu. Dia diketahui mengenal sabu sejak tahum 2010 pada masa persidangan atas perbuatannya yang diketahui mengkonsumsi sabu. Saat itu, Roy melarikan diri selama 1 tahun, lalu dirinya diputuskan dipecat dari anggota Polres Gowa.

[NEXT-RASUL]

“Dia pertama hanya pengguna, tapi ketagihan ia pun memesan sabu 40 gram, lalu 50 gram setelah itu 100 gram serta 10 gram,” bebernya.

Sabu tersebut dijual seharga Rp50 ribu per gram. “Kalau dihitung hitung, Roy bisa mendapatkan Rp500 ribu sekali penjualan. Pantas dia lebih memilih jadi pengedar dibanding jadi anggota Polri, karena mau cepat kaya kayaknya,” terang Dicky.

Roy bersama kedua rekannya akan dijerat Pasal 114 ayat 2 tentang narkotika dengan ancaman maksimal seumur hidup. (***)


div>