JUMAT , 16 NOVEMBER 2018

Edukasi Pencegahan Penyebaran HIV/AIDS Mendesak

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 02 Maret 2017 09:36
Edukasi Pencegahan Penyebaran HIV/AIDS Mendesak

Wakil Walikota Makassar, Syamsu Rizal. foto: rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal, bersama sejumlah media mencoba membuat program untuk menahan dan mengurangi penyebaran virus HIV dan AIDS. Selain itu, juga melakukan koordinasi dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Makassar, Rabu (1/3).

Ini dilakukan mengingat HIV/AIDS merupakan salah satu bahaya laten, yang membutuhkan kerjasama dari berbagai elemen agar dapat memperlambat laju penyebarannya.

“Virus HIV/AIDS menjadi bahaya laten, dikarenakan mampu menhancurkan peradaban jika tidak dilakukan gerakan bersama guna menghambat proses penyebarannya, serta melakukan pendeteksian dini,” ujar Ketua PMI Kota Makassar ini diberitakan Rakyat Sulsel, Kamis (2/3) .

Berdasarkan data ODHA tahun 2016 lalu, tercatat lebih dari 5.000 jiwa positif HIV/AIDS. Sedangkan di tahun 2017, mencapai lebih dari 6.000 jiwa. Dalam jangka waktu setahun peningkatan ini menurut Deng Ical sangat memprihatinkan.

“Dengan teori gunung es, jika tercatat lebih dari 6.000 jiwa masyarakat kota Makassar terjangkit virus HIV/AIDS, maka kemungkinan yang belum terdeteksi mencapai 60 ribu jiwa atau sekira 3 persen dari jumlah masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu, masyarakat perlu diberi pemahaman agar dapat mencegah penyebaran virus ini. “Ada tiga cara yang paling memungkinkan terjadinya penularan, yakni melalui hubungan seks, penggunaan jarum suntik secara bergantian, dan juga penularan melalui ibu ODHA kepada bayi yang dikandungnya,” lanjut Deng Ical.

Saat ini, telah tersedia obat yang mampu mencegah berkembangnya virus HIV/AIDS dalam tubuh, namun belum mampu mematikan virus tersebut, sehingga perlu dilakukan gerakan massif untuk mencegah berpindahnya tanpa mendeskriminasi ODHA. (***)


div>