RABU , 14 NOVEMBER 2018

Ehmmm…Taiwan Mulai Lirik Potensi SDA Sulsel

Reporter:

Editor:

dedi

Kamis , 30 Maret 2017 20:46
Ehmmm…Taiwan Mulai Lirik Potensi SDA Sulsel

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, telah melakukan pertemua dengan Konsulat Taipei, Taiwan untuk Indonesia Jeffrey, S.C Hsio, di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (30/3).

Hasil dalam pertemuan itu, Taiwan melirik beberapa Sumber Daya Alam (SDA) Sulsel seperti Pertanian, Perikanan dan Perindustrian yang rencananya akan di kerjasamakan dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.

“Kami berencana akan bekerja sama dengan Sulsel dalam bidang, pertanian, perikanan, dan perindustrian. waktunya tergantung jadwal kapan saja,” ungkap Jefferey.

Dia menambahkan, Sulsel merupaka salah satu Provinsi yang memiliki potensi sumber daya alam yang sangat luar biasa olehnya itu, sangat cocok untuk bisa menjalin kerja sama untuk berbagai bidang.

“Pemerintah taiwan sekarang mendirikan kosulat di Surabay kita harap meskipun disana kita bisa menjalin komunikasi dengan seluruh provinsi,” ucapnya.

Dia menjelaskan, di Taiwan ada sebanyak 4 ribu Mahasiswa S1 sampai S3 dari Indonesia yang menuntut ilmu, selain itu juga ada 260 ribu orang tenaga kerja indonesia di taiwan pemerintah taiwan sangat memperhatikan hak tenaga kerja

Deputy Direktur Taiwan untuk Indonesia, Brian, H. T,. Ko menyatakan sudah sangat lama niatnya untuk bisa bekerja sama dengan Sulsel. Hingga menunggu sampai bisa berkunjung disini.

[NEXT-RASUL]

Dia mengakui, pihaknya melirik beberapa komoditi yang ada di Sulsel di antaranya, Kopi dan kakao serta perikanannya.

“Kerjasamanya seperti Sulsel memili SDM dan SDA kami memiliki IT yang sangat canggih dan tidak tutup kemungkinan kami kana mengajak delegasi kami dari Taiwan untuk menjadi investor di Sulsel ini,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limp menuturkan, Taiwan adalah negara di Asia yang sekarang sangat meningkat karena menyaingi akselerasi yang ada di Negara Cina dan mereka maju di bidang teknologi.

“Dibidang pertanian mereka punya buah yang di krim hampir keseluruh dunia, dan mereka bisa melakukan rekayasa teknologi yang sangat kuat,” ucapnya.

Syahrul menambahkan, hari ini pihaknya merasa sangat berterima kasih karena secara resmi pemerintah yang di wakili oleh konsulatnya untuk mengatur jadwal melakukan penjajakan disini, nanti ada MoU beberapa jenis.

“Dia memiliki teknologi mereka, petani tidak menyentuh tanah semua dengan mesin mereka sudah tahap ini, sekali tanam mereka tau hasilnya, kita masih banyak belajar ke mereka,” pungkasnya.


div>